Iklan Kemendes

Panwaskab & Polisi Sikapi Dugaan Pelecehan Ketua Panwascam

LA bersama kuasa hukum saat diminta klarifikasi di Panwaslu Kabupaten BU

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Dugaan pelecehan seksual yang dialamatkan kepada AS, ketua Panswascam Arga Makmur, menggelinding. Tak cuma Panwaskab Bengkulu Utara (BU), kasusnya juga sudah sampai ke Mapolres BU.

Di Panwaskab BU, kasus itu sudah mulai diproses sejak Selasa (7/8/2018). Usai mengikuti fit and proper test di Kota Bengkulu, tiga komisioner Panwaskab langsung memanggil seluruh jajaran Panwascam Arga Makmur untuk dimintai klarifikasi.

Ketua Panwaslu Kabupaten Bengkulu Utara Titin Sumarni, SH, mengatakan, “Untuk sementara ini kami belum bisa menyimpulkan apakah ini ranahnya etik. Kami kaji dahulu. Akan kami pelajari setelah mendapat hasil dari hal ini dan akan kami konsultasi ke Bawaslu Provinsi.”

Disinggung terkait apa saja yang disampaikan AS saat klarifikasi, Komisioner Divisi Penindakan dan Pelanggaran Tugiran, mengatakan, semua ini bermula dari soal pencurian yang kemudian berlanjut kepada soal tuduhan pelecehan.

AS, ketua Panwascam keluar dari ruang komisioner Panwaslu BU usai dimintai klarifikasi

“Ketika pihak yang dilaporkan itu diperiksa polisi, muncul cerita baru soal tuduhan pelecehan. Kami tanyakan pelecehannya seperti apa? Apakah sudah tidak perawan? Oh, tidak. Dia bilang masih perawan. Artinya soal pelecehan yang terjadi lebih kepada soal, katanya itu dipegang-pegang kira-kira begitu,” tutur Tugiran.

Menurut Tugiran, setelah diklarifikasi, AS sebagi pihak yang dituduh tak mengakui tudingan LA. “Kalau sekedar bercanda gurau lewat Whatshapp, iya, kata dia. Itu yang dijadikan screenshot untuk melaporkannya. Soal tindakan meraba dan segala macam AS bilang tidak pernah,” terang Tugiran.

Menurut Tugiran, proses klarifikasi yang dilakukan kepada para pihak itu merupakan bagian tugas yang akan dilaporkan ke Bawaslu Provinsi. “Yang jelas proses klarifikasi sudah kami lakukan. Hasilnya akan dilaporkan ke pimpinan apakah masuk ke dalam ranah pelanggaran kode etik, penyelenggara pemilu atau apa? Kami butuh kaji dan konsultasi dengan pimpinan di provinsi,” ujarnya.

Bagaimana soal sanksi?

“Kita belum bisa menjawab ada sanksi atau belum. Tapi akan kita lihat apakah ini melanggar kode etik yang bersanksi atau tidak. Kalau ada sanksinya, pasti akan kita beri sanksi. Itu pasti,” tegas Tugiran.

Lebih jauh, kata Tugiran, AS menilai ada nuansa politis dalam perkara ini. “Katanya ini adalah balas dendam politik gara-gara dia cabut baliho. Kata dia begitu.”

Soal data seharga Rp 3 milyar yang disebut-sebut AS, Tugiran mengatakan tidak tahu apa yang dimaksud. “Kami tidak tahu sampai dibilang 3 milyar itu apa saja isinya. Karena dia pernah bilang data itu Perbawaslu, undang-undang. Itu kan senjata kita sebagai pengawas,” cetus Tugiran.

Tugiran menandaskan, para staf di Panwascam Arga Makmur sendiri yang dimintai klarifikasi mengaku kaget dengan dugaan pelecehan yang ditudingkan. Sejak awal kasus yang mencuat adalah soal pencurian HP.

“Hanya di tengah perjalanan LA mengaku. Perjalanan kasus dicabut atau tidak inilah sepertinya terjadi. Walahualam itu terjadi atau tidak, saksi tidak ada,” tutup Tugiran.

LA saat memberikan keterangan dalam laporannya soal dugaan pelecehan di Mapolres BU

Lapor Polisi, LA Didampingi 5 Pengacara

Sementara itu, rencana LA melaporkan dugaan pelecehan seksual ke polisi benar-benar direalisasikan. Didampingi lima pengacara, LA mendatangi Mapolres BU pada Rabu (9/8/2018) siang sekitar pukul 11.30 WIB.

Dari pos penjagaan Mapolres, LA dan kuasa hukumnya diarahkan menuju Ruang PPA Sat Reskrim. Hampir empat jam LA berada di dalam ruangan itu.

“Kami selaku tim kuasa hukumnya meminta pengaduan ini dapat ditindak lanjuti sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Julisti Anwar, SH didampingi Wawan Ersanovi, SH; Adillah Tri Putra Jaya, SH; Yoni Setyawan, SH; dan Nuroni, SH.

Julisti mengatakan, “Kita akan menunggu proses ini. Kami akan kawal proses ini sampai dengan selesai dan kami percaya dengan Polres Bengkulu Utara, khususnya Sat Reskrim, Unit PPA akan bekerja secara profesional,” tutupnya.

Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi Warga Negara, SH. S.IK, MM melalui Kasat Reskrim AKP M Jufri SIK melalui handphone genggamnya mengatakan laporan LA masih dipelajari. “Kami akan memanggil saksi-saksi,” singkat Kasat Reskrim.


Penulis: MS Firman

Editor: Jean Freire

Komentar Anda
iklan kibar

Related posts