Iklan Kemendes

Rohidin Apresiasi Pondok Ngaji yang Dibangun Seorang Polisi di Bengkulu Selatan

Pondok Ngaji-Plt Gubernur Rohidin Mersyah berkunjung serta memberikan bantuan ke taman membaca dan pondok ngaji TPA Padang Manis/ist

BENGKULU– Plt Gubernur Rohidin Mersyah, Sabtu (22/9/2018) berkunjung ke Pondok Ngaji Masjid Al-Maajid, Desa Padang Manis, Manna, Bengkulu Selatan.

Pondok ngaji ini mencuri perhatian orang nomor satu di Provinsi Bengkulu, pasalnya tempat ini didirikan oleh anggota Polsek Manna, Brigpol Suharno menggunakan uang pribadi dari sebagian gajinya yang ia kumpulkan selama 2 tahun.

“Saya sengaja datang untuk melihat langsung pondok ngaji Bhabinkamtibmas ini,” ujar Rohidin.

Menurut pria yang pernah menjabat Wakil Bupati Bengkulu Selatan ini,  pondok ngaji tersebut, sangat bermanfaat sebagai bekal ilmu generasi muda di masa depan.

Untuk itu, Rohidin sangat mengapresiasi kepedulian Brigpol Suharno, dalam memberikan pendidikan dan bimbingan kepada anak – anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Dengan pembangunan pondok ngaji seperti ini, mudah mudahan semangat belajar anak-anak menjadi lebih baik,” tambah Rohidin.

Dalam kesempatan ini, Plt Gubernur juga memberikan sumbangan uang 10 juta rupiah beserta Al-Quran untuk taman baca dan pondok ngaji tersebut.

Untuk diketahui, sebelum mendirikan pondok ngaji, Brigpol Suharno telah mengajar engaji anak-anak, di Desa Padang Manis tersebut sejak ditugaskan sebagai Bhabinkamtibmas Polsek Manna.

Disampaikannya, hal tersebut ia lakukan, sebagai salah satu cara mendekatkan diri kepada masyarakat di wilayah binaannya.

Selain itu, tingkat kriminalitas yang tinggi di wilayah hukum Polsek Manna, juga mendasari dirinya untuk aktif dalam pembinaan dan pendidikan anak-anak khususnya di bidang keagamaan.

“Karna Kecamatan Manna banyak terindikasi kenakalan remaja dan anak anak banyak terlibat suatu tindak pidana, saat itulah saya mulai mencoba mendekatkan diri dengan mengajar ngaji,” katanya.

Selain tempat mengaji, pondok ini juga menjadi rumah baca bagi anak-anak, “setiap dua kali sebulan, kami juga membawakan buku bacaan untuk anak-anak di desa ini. Bukunya saya bawa dengan box ini,” tutur Suharno sembari menunjuk motor dinasnya.

Saat ini, jumlah murid mengaji Suharno lebih dari 40 orang anak, dengan jadwal mengaji tiga kali seminggu, yaitu hari Rabu, Jumat dan Sabtu.

Pria asal Pekalongan Jawa Tengah yang 10 tahun sebelumnya bertugas di bagian Reskrim ini, punya trik tersendiri agar anak-anak bersemangat datang mengaji.  Dirinya membawakan makanan kecil untuk dibagikan kepada anak anak yang hadir.


Editor: Jean Freire

Komentar Anda
iklan kibar

Related posts