Iklan Kemendes

Selain Menyatukan Tentara dengan Rakyat, TMMD Ikut Menghemat Waktu & Anggaran Belanja Daerah

Tim Wasev Mabes TNI AD dipimpin Brigjen TNI Isdarmawan Ganemoeljo saat meninjau program TMMD ke-102 Dandim 0423/BU

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Wakil Asisten Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Waaslog Kasad) Bidang Logistik Brigadir Jenderal TNI Isdarmawan Ganemoeljo mengatakan, program TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD merupakan operasi bakti yang mempersatukan tentara dengan rakyat.

“TMMD ini sebenarnya sudah berjalan 38 tahun. Bukan baru tahun kemarin. Ini sudah yang ke-102. Mengapa TMMD, karena memang yang dibangun itu pusat-pusat kepentingan masyarakat. Di desa itu paling banyak,” kata dia.

Jenderal bintang satu itu menambahkan, TMMD bukan hanya soal fisik saja, tetapi lebih dari itu adalah menyatukan rakyat dengan TNI. “TNI itu dari rakyat untuk rakyat,” tambahnya.

Brigjen TNI Isdarmawan Ganemoeljo saat berbincang dengan warga yang ikut mensukseskan program TMMD Kodim 0423/BU

Isdarmawan menambahkan, pelaksanaan TMMD merupakan upaya meneruskan tradisi yang sudah berlangsung sejak lama dalam rangka ikut serta membangun bangsa dan negara. Maka itu, ia menegaskan, TMMD tidak semata-mata pembangunan fisik, tetapi juga non-fisik.

Isdarmawan menilai program TMMD juga mampu menekan biaya atau anggaran pembangunan yang harus digelontorkan pemerintah. “Kalau diborongkan ke pemborong mungkin tidak sejauh ini hasilnya,” katanya.

Karena itulah, lanjut Isdarmawan, program TMMD akan dilaksanakan selama masih dibutuhkan. “Tadi ada dua atau tiga warga yang minta program ini ditambah waktunya dan jangan dihentikan. Bukan saya, tapi rakyat yang bilang begitu,” ungkap Isdarmawan.

Pembangunan jalan, salah satu sasaran TMMD ke-102 Kodim 0423/BU

Isdarmawan berharap masyarakat bisa merawat apa yang sudah dibangun secara bersama-sama sehingga manfaatnya bertahan lama. “Gunakan fasilitas yang sudah ada untuk melakukan kegiatan sosial dan bisnis sehingga ekonomi bisa bergerak. Rakyat bisa makan semua, adem kita,” tandasnya.

Isdarmawan yang memimpin Tim Pengawasan dan Evaluasi TMMD ke-102 Kodim 0423/BU di Desa Sumber Mulya, Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara, Kamis (2/8/2018), tiba sekitar pukul 10.00 WIB.

Didampingi Letkol Cpl Vivik Zulfikar, Pabandya-3/Pusmat Spaban VI Mabesad serta Letkol Inf Eka dari KemenHan, rombongan disambut Kasrem 041/Gamas, Dandim 0423/BU, Pabandya Puanter Dam II/Swj, Kasiter Rem 041/Gamas, dan Kapenrem 041/Gamas.

Tim Wasev Mabes TNI AD saat disambut di lokasi peninjauan program TMMD Kodim 0423/BU

Tampak hadir pula Wakapolres Bengkulu Utara, Kajari BU, Kepala Dinas PU, Staf Ahli Pemda BU, Camat Pinang Raya, Kapolsek Ketahun, Danramil dan perwira staf Kodim 0423/BU, serta Kepala Desa Sumber Mulya dan ASN Kecamatan Pinang Raya.

Dalam sesi tatap muka bersama warga, seorang ibu dan tokoh masyarakat setempat bernama Romlah mengungkapkan rasa syukur dan bahagia dengan kehadiran TNI membangun desanya. “Kami sangat merasa senang dan sangat terbantu dengan adanya TNI masuk desa,” ucapnya.

Ketua BPD Desa Sumber Mulya Gunawan mengatakan, warganya melihat sendiri bagaimana TMMD berjalan. Sebab itu dia mengaku bisa memahami jika ada warganya yang meminta agar TMMD diperpanjang.

“Kami merasakan senang, pembangunannya sangat baik dan anggota TNI bekerja di desa sangat ramah dan bergotong royong dengan masyarakat. Kami sangat mengharapkan TMMD ini selalu ada,” harap Gunawan.

Sasaran TMMD di Desa Sumber Mulya

Dandim 0423/BU Letkol Arh. Ari Trisenta Nursanto, S.Sos memaparkan, program TMMD di Desa Sumber Mulya yang dimulai sejak 10 Juli akan berakhir pada 8 Agustus 2018.

Program senilai lebih dari Rp 1 milyar ini mencakup sasaran fisik dan non-fisik. Saat ditinjau Tim Wasev Mabes TNI, Ari mengatakan progresnya sudah lebih dari 80 persen.

Sasaran fisik berupa pelebaran jalan sepanjang 5,3 km dengan lebar 6 meter; pengerasan jalan 4 km; drainase 450 meter; rehab mushola; rehab PAUD; pembuatan pos kamling; dan pembuatan gorong-gorong empat titik.

Sementara sasaran non-fisik terdiri dari penyuluhan tentang bela negara; tentang hukum dan bahaya Narkoba; tentang KB dan hidup sehat; tentang pertanian dan penghijauan; bakti sosial pemasangan KB gratis oleh BKKBN; olahraga; dan hiburan rakyat.

“Ada juga bakti sosial berupa pengobatan massal dan donor darah,” tambah Ari.

Ari mengatakan, meski sempat terkendala pasokan semen dalam pelaksanaan pembangunan drainase, ia menargetkan pada akhir masa program TMMD 10 Agustus mendatang, seluruh sasaran sudah mencapai seratus persen.

Komandan Kodim 0423/BU itu mengatakan, dengan target masa keja yang diberikan, TMMD bisa dilaksanakan satu bulan. Sementara jika dilaksanakan oleh pemborong kemungkinan bisa berlangsung selama tiga bulan. “Kalau di waktu pengerjaan normal tiga bulan. Kalau lancar, kalau TMMD jadi satu bulan,” jelasnya.

Karena itu, ia berharap hasil kerja sama tentara dan warga setempat itu dapat dijaga dengan baik. “Saya selaku Dandim 0423/BU menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat yang sudah berpartisipasi. Harapan saya agar warga merawat apa yang sudah dibangun. Sebab kami tidak bisa mengawasinya setiap saat. Warga lah yang mengawasi,” tutup Letkol Ari.


Pewarta: MS Firman

Editor: Jean Freire

Komentar Anda
iklan kibar

Related posts