Iklan Kemendes

Setahun Tak Ada Progres, KIBAR Bawa Kasus Korupsi DD/ADD ke Ombudsman

DPC KIBAR Bengkulu Utara saat mendatangi Ombudsman RI Perwakilan Bengkulu/MS Firman

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Koalisi Bersama Rakyat (Kibar) Kabupaten Bengkulu Utara (BU), Senin (7/8/2018) pagi melaporkan dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Suka Mulya Kecamatan Giri Mulya ke Ombudsman.

Laporan itu disampaikan ke Ombudsman lantaran laporan yang mereka yang pernah disampaikan sudah satu tahun lebih, tepatnya tertanggal 2 Juni 2017, belum ada tindak lanjut.

“Kita sudah menyampaikan laporan secara resmi ke pihak Ombudsman. Kita meminta untuk mentuntaskan laporan ini sampai selesai,” kata Ketua Kibar Bengkulu Utara Nudiarto didampingi Wakil Ketua Tarmizi.

“Kami menganggap pihak Inspektorat tidak serius menangani laporan yang kita masukan. Kalau di Polres kita sudah diperiksa sebagai pelapor,” jelasnya.

Menurut Nudiarto, Ombudsman merespon langkah KIBAR dan akan membahas laporan itu dalam rapat dan secepatnya akan menindak lanjuti laporan ini ke lapangan.

Ketua DPC Kibar BU didampingi Wakil Ketua saat menyerahkan laporan ke Ombudsman

Dalam laporannya, LSM KIBAR menyebut ada indikasi mark-up DD dan ADD Desa Suka Mulya Tahun Anggaran 2015 dan 2016 oleh pengguna anggaran di tingkat desa.

Pertama, pelanggaran Pasal 28 F UUD 1945, UU No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaaan Informasi Publik dan UU No 6 tahun 2014 tentang Dana Desa,

Kedua, dugaaan penyalagunaan wewenang dalam jabatan kepala desa.

Ketiga, dugaan penyelewengan dana desa tahun anggaran 2015 dan 2016 mengenai pembangunan Gedung PAUD, pembangunan gorong-gorong, pembangunan Poskamling, pembangunan siring pasang, pembangunan balai desa dan dana bidang pemberdayaan masyaakat yang alokasinya dari DD dan ADD tahun 2015 dan tahun 2016.

Terpisah, Jaka salah seorang staf Ombudsman Bengkulu, mengakui pihaknya telah menerima laporan LSM KIBAR tersebut. “Kita akan memverifikasi laporannya. Masuk atau tidak dalam kewenangan Ombudsman,” katanya.


Pewarta: MS Firman

Editor: Jean Freire

Komentar Anda
iklan kibar

Related posts