Iklan Kemendes

Demi Hutan & Lingkungan, Kakek Ini Kayuh Sepeda Keliling Nusantara

Kakek Raden (pakai baret hijau) tiba di Bengkulu Utara dalam perjalanannya keliling nusantara. Raden didampingi ikatan alumni sekolah kehutanan menengah atas saat di ruang Ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Utara/firman-sahabatrakyat.com

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Di usianya yang tak lagi muda bahkan bisa dibilang sudah renta, lelaki ini memilih cara unik menikmati hari tuanya. Bukannya bersantai ria di rumah, dia malah mengayuh sepeda. Katanya mau keliling nusantara demi misi mengkampanyekan pelestarian hutan dan lingkungan.

Namanya Raden Andika Jaya Prawira. Usianya 73 tahun. Kakek asal Provinsi Banten itu sudah dikaruniai 12 cucu dari 7 orang anak-anaknya.

Rabu (29/03/2017) lalu sekira pukul 12.30 siang, dia sukses menjejakkan kakinya untuk pertama kali di Kabupaten Bengkulu Utara.

Kepada  sahabatrakyat.com yang membincanginya usai bersilaturahmi dengan Ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Utara, Kakek Raden menuturkan sepenggal kisah perjalanannya.

“Saya memulai perjalanan ini sejak 16 September 2014. Bengkulu Utara adalah kabupaten ke-381, sementara Bengkulu adalah provinsi ke-30 yang sudah saya singgahi,” cerita Kakek Raden.

Selama kurun dua setengah tahun dalam petualangannya, Kakek Raden sudah menapaki tiga titik khatulistiwa dan empat pulau terluar, wilayah perbatasan Indonesia dengan negara luar.

Raden menilai, kondisi hutan di negeri ini secara umum masih cukup bagus dan terpelihara. Namun, di sisi lain pengrusakan hutan karena ilegal logging dan aktivitas pertambangan juga masih terjadi.

Karena membawa misi menjaga bumi dan melestarikan lingkungan, Kakek Raden juga ingin bersilaturahmi dengan ikatan alumni sekolah kehutanan menengah atas untuk menyamakan persepsi.

Dia juga menemui langsung para pemangku kebijakan di daerah yang dia singgahi, yakni bupati, walikota dan gubernur, serta pimpinan lembaga legislatif. Termasuk pihak kejaksaaan, TNI, dan Polri.

“Silaturahmi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, untuk bersama-sama melindungi dan melestarikan hutan di Indonesia. Hutan Indonesia merupakan paru-paru dunia,” jelas dia.

Selama mengemban misi itu, sepeda Kakek Raden tentu sudah kerap diservis. Kakek Raden menghitung sudah mengganti ban luar sebanyak 7 kali, mengganti sadel 5 kali, dan ganti kampas rem 8 kali.

=========
Penulis: MS Firman
Editor: Jean Freire

Komentar Anda
iklan kibar

Related posts