Di Panti Asuhan, PMKRI Ajak Stop Kekerasan…

Kader PMKRI Bengkulu foto bersama pengurus adan anak-anak panti asuhan usai acara/Foto: Ist

BENGKULU, sahabatrakyat.com- Perempuan dan anak adalah kelompok rentan dan kerap menjadi korban berbagai bentuk kekerasan. Berbagi informasi tentang beragam kekerasan dan upaya mengantisipasi ancaman kekerasan itu menjadi penting dilakukan. Tak terkecuali bagi mereka yang tinggal di panti asuhan.

“Sosialisasi ini sebaiknya sering dilakukan karena banyak anak yang belum mengetahui dan memahami kasus-kasus kekerasan yang terjadi di sekitarnya. Ini terlihat dari banyaknya pertanyaan anak-anak kepada pemateri tadi,” kata Trizery Pangaribuan, Biro Kajian Keperempuanan PMKRI Bengkulu.

Hal itu dikatakannya usai PMKRI menggelar sosialisasi dan diskusi bertajuk “Stop! Hentikan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak” dan bakti sosial di Panti Asuhan Zaam-Zaam Global Kota Bengkulu.

Menurut dia, sosialisasi dan bakti sosial yang digelar PMKRI itu adalah bentuk kepedulian dan kasih sayang kepada anak sekaligus upaya menanamkan kepekaan sosial kepada kader Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Bengkulu.

Trizery menambahkan, agenda bakti sosial sendiri diwujudkan dengan membagikan beras dan ikan lele. Ikan lele sendiri merupakan hasil usaha budidaya PMKRI Cabang Bengkulu.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Bengkulu, Surya Sinabutar, menuturkan peduli terhadap sesama merupakan salah satu nilai yang harus diperjuangan seorang kader di PMKRI.

“Kita mendoakan selalu akan kesuksesan anak yatim-piatu yang pada kesempatan ini kami bisa bersilaturahmi dengan mereka. Pada kesempatan ini kami juga berbagai ilmu akan pentingnya untuk menolak segala tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Besar harapan anak-anak di panti asuhan ini bisa menjadi penerus yang memajukan bangsa ini,” katanya.


Pewarta: Jean Freire/Rilis