Diduga Sunat Honor & Palsukan Tanda Tangan, Guru Laporkan Kepsek di BU ke Polda Bengkulu

Ketua LSM AIPI saat di Mapolda Bengkulu/Foto: Istimewa

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com Oknum Kepala Sekolah SDN 033 Kecamatan Kerkap, Bengkulu Utara dilaporkan ke Mapolda Bengkulu atas dugaan pemotongan honor les tambahan guru pengajar di sekolah tersebut.

Sang kepsek juga diduga telah memalsukan tanda tangan guru pengajar sebagai penerima honor. Indikasi dugaan pidana korupsi oknum Kepsek itu diperkuat dokumen Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Dana BOS 2019.

Ketua LSM AIPI, Putra Sinaga yang mendampingi para guru selaku pelapor yang dikonfirmasi sahabatrakyat.com pada Rabu (03/06/2020), mengatakan laporan ke polisi sudah disampaikan langsung pada Selasa (02/06/2020).

“Kita sudah menyampaikan laporan dugaan pemotongan honor les tambahan para guru pengajar pada Selasa tanggal 2 Juni 2020. Hal ini diketahui lantaran ada salah satu guru yang melihat langsung dan mengalami ini,” kata Naga, sapaan akrabnya.

Naga menjelaskan, dalam laporan ke Polda, mereka melampirkan surat pernyataan guru pengajar dan kwitansi LPj yang diduga tanda tangannya dipalsukan.

Menurut Naga, dalam kwitansi honor yang diterima masing-masing guru pengajar sebesar Rp 1.080.000 per triwulan. Namun yang diterima tidak sama dengan yang tertera di kwintasi LPJ tersebut. Para guru menyebut honor yang diterima hanya RP 100 ribu.

“Aksi ini sudah berlangsung sekira 3 tahun, yang jika dikalkulasikan dana yang diduga sudah disunat oleh oknum kepsek ini mencapai seratus delapan puluh satu juta empat ratus ribu rupiah,” beber Naga.

Kata Naga, mereka juga melaporkan dugaan penggelapan uang tabungan siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 yang jumlahnya diduga mencapai seratus juta dan dugaan pemotongan uang bantuan untuk siswa sebesar Rp 50 ribu per siswa penerima.

“Sejauh ini, dugaan kita aksi ini tidak hanya dilakukan oleh oknum kepsek, tapi juga adanya keterlibatan bendahara dan operator,” kata Putra Sinaga.


Pewarta: MS Firman