Emosi dan Sakit Hati, Alasan Kuli Angkut Habisi Sopir Barang

Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan sejumlah barang bukti juga teklah diamankan penyidik/Foto: sahabatrakyat.com-brn

REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com-Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, di hadapan penyidik tersangka pelaku penganiayaan terhadap sopir barang di gudang milik PT. Roda Mas yang beralamat di Jl. Jalur Dua Rt/Rw 003/005 Kel. Talang Rimbo Lama Kec. Curup Tengah Senin lalu mengaku perbuatan tersebut dilakukannya lantaran merasa emosi dan sakit hati kepada korban.

Sakit hati tersebut dipicu lantaran pelaku berinisial ES (27) warga Kelurahan Sawah Baru Kecamatan Curu yang sudah lima tahun menjadi kuli angkut di gudang tersebut dilarang oleh korban tanpa alasan yang jelas. Apalagi saat itu menurut pelaku dirinya sudah mulai mengangkut barang dari truck ke dalam gudang. Tak hanya itu fakta lain juga diketahui jika sebelumnya antara pelaku dengan korban telah sempat terjadi keributan, yang menurut keterangan pelaku pada bulan 3 lalu dirinya dikeroyok oleh korban.

“Saya merasa emosi dan sakit hati pak, terus dia (korban) melarang saya mengangkut barang padahal saya sudah basah waktu itu, padahal saya juga sudah lima tahun kerja di sana angkut barang, sebelumnya juga pada bulan tiga saya sudah sempat dikeroyok oleh dia (korban),” tutur ES.

Kapolres AKBP. Puji Prayitno melalui Kasat Reskrim AKP. Rahmat Hadi kepada wartawan Rabu (2/6/2021) membenarkan jika pelaku melakukan perbuatan tersebut lantaran sakit hati kepada korban. Namun demikian pihaknya masih terus melakukan pengembangan terhadap keterangan pelaku untuk mengetahui kemungkinan motif lain yang melatar belakangi korban nekad menganiaya korban hingga meninggal dunia.

“Sementara ini dari hasil penyidikan, tersangka diketahui melakukan perbuatannya lantaran sakit hati kepada korban setelah ditegur dan dilarang mengangkut barang, padahal tersangka ini sebelumnya sudah bekerja disana,”terang Rahmat.

Lantaran sakit hari itulah kemudian, tersangka mengambil sebilah golok yang ada di bawah jok motornya dan menusuk korban sebanyak 2 tusukan pada bagian muka dan dada kanan bagian atas. Terkait dengan golok yang sudah ada dibawah jok motor. Rahmat menjelaskan menurut keterangan tersangka golok tersebut memang sudah biasa ada di bawah jok motor tersangka karena selain jadi kuli angkut barang, tersangka juga biasa mencari pokat.

“Untuk golok memang sudah ada di bawah jok motor tersangka, menurut keterangannya golok itu memang biasa diletakkannya di bawah jok untuk mencari pokat,” jelas Rahmat.

Masih menurut Rahmat, sejauh ini tersangka telah mengakui perbuatannya dan tersangka akan dijerat dengan pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman 15 tahun penjara.(brn)