Jalan Berlubang Makan Korban, Warga dan 3 Pengacara Lapor DPRD BU

RS mengalami kecelakaan tunggal di jalan raya yang berlubang di Desa Karang Anyar II Kota Arga Makmur

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Sebuah laka tunggal akibat jalan berlubang dialami oleh RS (41 tahun) pengendara Honda Vario yang melintas di jalan Desa Karang Anyar II Kota Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara. Pria ini terjatuh setelah terpersok lobang hingga terpental cukup jauh.

“RS pengendara warga Desa Taba Baru Kecamatan Lais Kabupaten Bengkulu Utara, mengalami luka yang cukup parah dimana di bagian pipi kanan terlihat membengkan dan memar. Begitu juga tangan kiri mengalami luka lecet-lecet dan bagian pelipis matanya tampak terlihat membengkak dan memar,” ungkap sumber sahabatrakyat.com.

Mengutip Laporan Polisi yang diketahui oleh Akmaludin Kanit III SPKT Polres Kabupaten Bengkulu Utara, RS menuturkan kronologis kecelakaan yang dialaminya.

Bermula pada Sabtu (13 November 2021) sekira pukul 21.30 WIB, ia mengendarai Honda Vario Nopol BD 5520 SP melaju dari arah Desa Gunung Agung menuju ke arah Pasar Purwodadi. Ia melaju dengan kecepatan sedang.

Saat melintas di jalan umum Desa Karang Anyar II yang lurus, ia tiba-tiba saja sudah berhadapan dengan badan jalan yang berlubang. Karena tak menduga dan jarak yang sudah sangat dekat, korban tidak sempat mengelak. Ia pun terjatuh bersama sepeda motornya.

Di tempat terpisah, RS dalam kondisi cidera pada bagian muka, Selasa (16/11/2021) didampingi tiga pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Wawa Adil Kota Arga Makmur Bengkulu Utara, melapor ke DPRD Bengkulu Utara. Mereka meminta kepada Dewan untuk dapat betul memperhatikan kondisi infrastruktur dalam Kota yang memprihatinkan tersebut. Jangan sampai memakan korban jiwa akibat jalan yang berlubang.

Wawan Ersanovi, Lawyer LBH Bengkulu Utara, menuturkan penyelenggara jalan wajib membenarkan jalan yang rusak serta memberikan tanda atau rambu untuk mencegah kecelakaan.

Ia menjelaskan, dalam UU RI No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas mencatat bahwa penyelenggara yang tidak segera memperbaiki jalan sehingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas dapat terkena sanksi.

Untuk kecelakaan dengan korban yang mengalami luka ringan sanksi berupa pidana penjara paling lama 6 bulan atau denda paling banyak sebesar 12 juta.

Apabila korban mendapatkan luka berat, akan dikenakan hukuman pidana maksimal 1 tahun atau denda paling banyak 24 juta. Dan bila sampai mengakibatkan meninggal dunia, maka pidana penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal 120 juta.

“Jadi pada intinya kedatangan kita ke Komisi III DPRD Kabupaten Bengkulu Utara, dalam persiapan dan juga pengajuan untuk hearing terkait proses jalan yang berada di dalam wilayah Kota Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara, dimana kondisi jalan tersebut sangat memperhatikan,” tutup Wawan.


Pewarta: MS Firman