Lelaki Paruh Baya Cabuli Anak Tiri Hingga 15 Kali

Tersangka cabul terhadap anak tiri di Rejang Lebong

REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com- Unit Opsnal Intel dan Opsnal Reskrim Polres Rejang Lebong, Kamis (22/4/2021) malam sekitar pukul 21.15 WIB berhasil mengamankan lelaki paruh baya yang merupakan tersangka kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur berinisial Zu (50 tahun), warga Kecamatan Selupu Rejang.

Korban pencabulan Zu adalah bocah berusia 12 tahun yang tak lain adalah anak tirinya dari istri keduanya yang sebelumnya tinggal di Jakarta. Bejatnya lagi tersangka sudah 15 kali mencabuli korban tanpa ada penyesalan. Bahkan perbuatan bejat tersangka terakhir kali dilakukannya di hari dirinya diamankan. Padahal sebelumnya di bulan Maret tersangka sudah dilaporkan oleh ibu kandung korban ke Mapolres Rejang Lebong.

Kapolres Rejang Lebong AKBP. Puji Prayitno didampingi Kasat Reskrim AKP. Rahmat Hadi melalui Kanit PPA Aiptu Dessy Oktavianty saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kasus tersebut. Menurut Dessy dari hasil penyidikan, tersangka mengakui perbuatanya sudah dilakukan sejak bulan Maret hingga April 2021.

Bahkan perbuatan tersangka di bulan Maret sempat diketahui ibu kandung korban hingga dilaporkan ke Polres Rejang Lebong dengan nomor LP/ B-107 / III / 2021 / BKL / RES RL tanggal 30 Maret 2021.

“Perbuatan tersangka ini menurut pengakuannya sudah dilakukannya sebanyak 15 kali sejak bulan Maret hingga April 2021, terakhir kali perbuatan tersangka kepada korban dilakukannya pada Kamis 22/4/2021 sebelum tersangka diamankan,” terang Dessy.

Tersangka saat dimintai keterangan oleh penyidik

Dilanjutkan Dessy, saat menjalankan aksi bejatnya tersebut, diduga tersangka juga melakukan kekerasan kepada korban, pasalnya berdasar hasil visum kepada korban meski tidak ditemukan tanda-tanda persetubuhan namun ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Namun tersangka tidak mengakuinya dengan dalih memar di tubuh korban akibat tersangka memegangi korban.

“Kalau tanda persetubuhan tidak ditemukan, dari hasil visum hanya ada tanda kekerasan ditemukan di tubuh korban,” sampai Dessy.

Sebelumnya, lanjut Dessy, korban yang merupakan anak tiri tersangka dari istri keduanya tersebut tinggal di Jakarta, lantaran dibujuk rayu oleh tersangka kemudian korban ikut tinggal di Rejang Lebong bersama sang ibu dan tersangka. Apalagi saat itu tersangka menjanjikan jika bersedia ikut korban akan disekolahkan. Namun malangnya hingga tersangka mendekam di sel tahanan Polres Rejang Lebong korban tak kunjung sekolah.

Di sisi lain tersangka Zu di hadapan penyidik telah mengakui semua perbuatannya. Menurut Zu, dirinya tega melakukan perbuatan bejat tersebut lantaran tidak kuat melihat korban yang selalu menggunakan celana pendek, ditambah dengan seringnya tersangka hanya berdua dengan korban.

Akibat perbuatannya tersebut tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara sesuai dengan pasal 76(E) Jo pasal 82 ayat 1 Undang-Undang no 35 Tahun 2014 dengan ancaman 15 tahun penjara.(brn)