Rumah Dinas Jadi Tempat Jual Gas Subsidi, Ketua DPRD BU Bungkam

Suasana di rumah dinas Ketua DPRD BU. Dua pria tampak memuat tabung gas 3 kg ke dalam mobil/Foto: sahabatrakyat.com-firman

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Ketua DPRD Bengkulu Utara Sonti Bakara SH tak kunjung memberi keterangan atau klarifikasi terkait rumah dinas yang ditempatinya dijadikan tempat menjual gas elpiji 3 kg. Upaya meminta konfirmasi sahabatrakyat.com hingga hari ini (13/10/2021) belum membuahkan hasil.

Upaya pertama adalah mendatangi ruang kerjanya di DPRD Bengkulu Utara. Namun Sonti tak ada di tempat, Senin (11/10/2021). Upaya berikutnya adalah mengirimkan pesan ke nomor WhatsApp-nya. Namun pesan sahabatrakyat.com tak kunjung direspon.

Sikap serupa juga ditunjukkan Sekretaris DPRD Bengkulu Utara Dra Eva Fitriani. Setelah menyatakan akan mengecek kebenaran informasi yang disampaikan sejumlah awak media baru-baru ini, Eva yang kembali dikonfirmasi soal apa hasil pengecekan juga tak merespon.

Di sisi lain, pasca diberitakan sahabatrakyat.com, aktivitas di rumah dinas Ketua DPRD BU sempat terpantau sibuk. Dua orang dan satu unit kendaraan jenis Mitsubishi L300 tampak dimuati gas 3 kg dari dalam salah satu ruang di rumah dinas tersebut. Diduga, tabung-tabung gas itu dipindahkan ke tempat lain.

Saat memantau aktivitas itu, salah seorang PNS di Sekretariat DPRD BU berinisial Ta meminta tolong agar peristiwa di lokasi itu tidak diberitakan dan meminta untuk menarik berita yang sudah tayang.

Sementara itu, Kabag Hukum Pemda Bengkulu Utara, Zulkarnain,SH menerangkan rumah dinas itu sebagai penunjang pelaksanaan tugas pejabat dan/atau pegawai negeri.

“Bila digunakan jadi tempat usaha artinya dialihfungsikan,” singkat Zulkarnaian.

Tampak ruang kerja Ketua DPRD BU lengang saat sahabatrakyat.com datangi untuk meminta hak jawab/Foto: sahabatrakyat.com-firman

Seperti diberitakan, rumah dinas ketua DPRD Bengkulu Utara diduga disalah-gunakan untuk usaha bisnis jual isi ulang gas LPG 3 kg. Bahkan gas yang dijual mencapai Rp 25 ribu per tabung.

Salah seorang warga yang enggan disebut namanya mengaku baru saja membeli empat tabung gas 3 kg seharga 25 ribu per tabung. Ia membelinya dari seseorang di rumah dinas Ketua DPRD Bengkulu Utara di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Gunung Alam, Kecamatan Kota Arga Makmur.

Sekretaris DPRD BU Dra Evi Fitriani yang diminta klarifikasi pada Senin (11/10/2021) siang menegaskan rumah dinas tidak boleh dijadikan tempat usaha.

Namun ia meminta waktu untuk memeriksa kebenaran informasi yang disampaikan sejumlah awak media.

“Kita akan cek terlebih dahulu. Kita pelajari dulu, apa benar dia jualan atau tidak,” kata Evi.

Sementara itu berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah, ditegaskan bahwa tidak dibenarkan menjadikan rumah dinas sebagai tempat usaha atau bisnis individu.

Rumah dinas jabatan yang disediakan berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga serta menunjang pelaksanaan tugas jabatan dan atau pegawai negeri.

Rumah dinas jabatan yang disediakan untuk menambah semangat dan gairah kerja sebagai pelaksanaan tugas jabatan.


Pewarta: MS Firman