SMSI Bengkulu Utara Dampingi 2 Media Terkait Somasi Atas Pemberitaan

Ismail Yoga

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bengkulu Utara (BU) Provinsi Bengkulu melakukan pendampingan terhadap 2 media Siber yang tergabung dalam SMSI, yang mendapat somasi atas pemberitaan dugaan perselingkuhan oknum ustadz, warga Desa Kertapati, Kecamatan Air Besi.

Ketua SMSI Kabupaten Bengkulu Utara Ismail Yogo yang didampingi pengurus lainnya mengatakan, pendampingan terhadap dua media pada intinya adalah memfasilitasi upaya para pihak menemukan kesepakatan bersama.

“Kita merespon usai mendapat surat klarifikasi dari 2 media online KilasBengkulu.Com dan PenaRakyat.Com, satu hari tertanggal 30 April 2021,” kata Ismail, Sabtu (1/5/2021).

Meski somasi merupakan hak setiap warga Negara yang dilindungi undang-undang, kata Ismail, namun kemerdekaan berekspresi dan kemerdekaan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945.

Ismail menyebutkan, dalam pasal ke 4 pada Nota Kesepemahaman antara Dewan Pers dan Kepolisian Republik Indonesia Tahun 2017 tentang kordinasi dalam perlindungan dalam kemerdekaan pers dan penegakan hukum terkait profesi wartawan tertuang, jika menerima pengaduan dugaan perselisihan/sengketa termasuk surat pembaca atau opini/kolom antara wartawan/media dengan masyarakat, akan mengarahkan yang berselisih/bersengketa dan/atau pengaduan untuk melakukan langkah-langkah secara bertahap dan berjenjang mulai dari menggunakan hak jawab, hak koreksi terlebih dahulu.

“Dalam pasal ke 4 pada Nota Kesepemahaman antara Dewan Pers dan Kepolisian Negara Republik Indonesia jelas ada diatur. Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui, lain halnya jika mereka telah melayangkan surat permintaan hak jawab namun tidak dimuat di media tersebut,” tandas Ismail.

Terpisah, Pimpinan Umum Media kilasbengkulu.com, Edi Yanto mengungkapkan, “Hingga saat ini kami baik media kilasbengkulu.com dan penarakyat.com, belum ada kami menerima surat permintaan hak jawab dan klarifikasi sebelumnya. Kami menerima somasi langsung dari kuasa hukumnya.”

Lanjut Edi Yanto, penulisan berita merupakan kemerdekaan pers dalam mewujudkan salah satu kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum.

Pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial, sebagaimana tertuang pada Pasal 2 dan Ayat (1) Pasal 3 Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.


Pewarta: MS Firman