Analisa Politik Andriadi Achmad Jelang Pilkada Provinsi dan 8 Kabupaten di Bengkulu

Andriadi Achmad

BENGKULU, sahabatrakyat.comKonstalasi politik jelang Pilkada 2020 di Provinsi Bengkulu tampaknya bakal mulai seru. Selain pelantikan anggota legislatif hasil Pemilu 2019 yang sudah selesai, KPU sendiri sudah menerbitkan Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2019 Tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020.

Pengamat Politik Nasional dari Tanah Rejang, Andriadi Achmad, menjelaskan, tahapan Pilkada serentak dimulai September 2019 – September 2020, yaitu mulai dari 30 September 2019 persiapan dan pemuktahiran DPT; 16 – 18 Juni 2020 pendaftaran calon pasangan kandidat, 11 Juli – 19 September 2020 masa kampanye, dan pemungutan dan pengitungan suara pada 23 September 2020.

“Oleh karena itu, untuk jor-joran bagi kandidat dalam membangun popularitas dan aksetabilitas guna meningkatkan elektabilitas (tingkat keterpilihan) merupakan sangat efektif sebelum Juni 2020 yaitu sekitar 8 bulan sejak September 2019 sampai Mei 2020. Jika sudah masuk masa pendaftaran Juni 2020 sudah agak ketat dan dibatasi,” ujar Dosen FISIP UPN Veteran Jakarta ini kepada awak media ketika diwawancara.

Direktur Eksekutif Nusantara Institute PolCom SRC (Political Communication Studies and Research Centre) ini menyampaikan bahwa akan terlihat gegap gempita persiapan Pilkada 2020 setelah pelantikan anggota DPRD Provinsi/Kabupaten/kota, dimana parpol dan kandidat kepala daerah baik di tingkat provinsi maupun 8 kabupaten yang menyelenggarakan pilkada serentak di Provinsi Bengkulu tahun 2020 sudah mulai bergerilya membangun koalisi sebagai persyaratan untuk maju sebagai Gubernur – Wakil Gubernur dan Bupati – Wakil Bupati yaitu didukung minimal 20 persen kursi di legislatif.

“Kita sudah melihat beberapa kabupaten sudah melaksanakan pelantikan DPRD terpilih seperti Kabupaten Lebong, Rejang Lebong dan lainnya. Maka agenda parpol dan kandidat selanjutnya yaitu menjaring dan membangun koalisi untuk mengajukan kandidat pada Pilkada serentak 2020 ini,” tegas Alumni Pasca Sarjana Ilmu Politik FISIP UI ini.

Penulis Buku “Politik Kesukuan Dalam Pilkada” ini, memprediksi secara kesukuan akan muncul kombinasi ideal calon Bupati – Wakil Bupati pada 4 kabupaten di Tanah Rejang dan 3 kabupaten di Tanah Serawai serta Kabupaten Muko – Muko. Pertama, kombinasi ideal di Tanah Rejang yaitu di Kabupaten Bengkulu Utara perpaduan antara suku Rejang – suku Jawa; Kabupaten Rejang Lebong yaitu antara suku Rejang – suku Lembak/Jawa; di Kabupaten Lebong dari suku Rejang – suku Rejang; Kabupaten Kepahiang kombinasi dari suku Rejang – suku Rejang /Jawa.

Kedua, kandidat yang muncul di Tanah Serawai dari 3 Kabupaten yaitu Seluma, Kaur dan Bengkulu selatan cenderung pasangan yang homogen secara kesukuan yaitu perpaduan antara suku Serawai – Suku Serawai. Ketiga, di Muko-Muko tidak ada suku yang dominan dan masyarakatnya heterogen, maka kandidat yang muncul bisa dari suku Jawa, suku Minang Muko-Muko, suku Melayu Muko-Muko atau suku lainnya.

Andriadi Achmad

“Jika kita melihat perpaduan kombinasi idel kandidat di Tanah Rejang yaitu untuk Calon Bupati secara umum berasal dari suku Rejang. Sedangkan beberapa calon wakil Bupati selain dari suku Rejang (Kabupaten Lebong) bisa dari Suku Jawa (Kabupaten Bengkulu Utara, Kepahiang, dan Rejang Lebong), Suku Lembak (Kabupaten Rejang Lebong). Kalo, di Tanah Serawai yaitu Seluma, Kaur dan Bengkulu Selatan cenderung kedua pasangan berasal dari Suku Serawai. Sedangkan, di Kabupaten Muko-Muko tidak ada suku dominan maka semua suku mempunyai peluang seperti suku Jawa, Minang, melayu, dan lainnya.” ungkap Andriadi Achmad.

Lebih jauh, untuk Pilkada tingkat Provinsi Bengkulu, menurut Andriadi Achmad, peta politiknya masih belum terlalu kelihatan. Akan tetapi, kandidat yang sudah pasti akan maju adalah petahana Rohidin Mersyah. Sedangkan kandidat lain seperti Helmi Hasan, Rosjonsyah, Fery Ramly, Ichwan Yunus, Imron Rosyadi, Suherman, Supratman, Patrice Rio Capella, Agusrin M. Najamuddin & lainnya belum terlihat ke permukaan apakah akan ikut bertarung atau tidak. Oleh karena itu, peta politik sudah mulai kelihatan nanti setelah pelantikan DPRD Provinsi senin 2 September 2019 ini.

“Rohidin Mersyah sebagai petahana sudah pasti akan maju sebagai kandidat terkuat saat ini, bila tepat memilih pasangan sebelum bertanding dan setelah bertanding tidak akan terbendung baik populeritas maupun elektabilitas, tentu berpeluang besar meraih tiket periode kedua. Sedangkan kandidat lainnya seperti Helmi Hasan, Rosjonsyah, Pery Ramli, Ichwan Yunus, Imron Rosyadi, Suherman, Supratman, Patrice Rio Capella, Agusrin M. Najamuddin dan tokoh lainnya masih sembunyi di balik kelambu, atau masih malu-malu mendeklarasikan maju atau tidak ke gelanggang pilkada 2020. Setelah pelantikan DPRD senin 2 September 2019 nanti akan mulai terlihat gerilya parpol dan para kandidat,” ungkap mantan aktifis mahasiswa pasca Reformasi era 2000-an ini.

Adapun, bila membedah secara kesukuan kandidat atau kombinasi ideal yang akan muncul di pilkada Provinsi Bengkulu. Pertama, perpaduan antara Suku Rejang – Suku Serawai atau Suku Serawai – Suku Rejang. Kedua, kombinasi antara Suku Rejang – Suku Jawa atau lainnya. Ketiga, Suku Serawai – Suku Jawa atau lainnya. Artinya, keberadaan Suku Rejang, Suku Serawai dan suku Jawa sebagai pengimbang masih sangat dominan dalam menentukan dinamika politik dalam pilkada provinsi Bengkulu 2020.

“Dalam konteks Pilkada Provinsi, politik kesukuan masih sangat kuat. Dimana Suku Rejang, Suku Serawai, dan Suku Jawa masih sangat dominan dan menentukan peta politik kemenangan kandidat di pilkada 2020 akan datang. Oleh karena itu, mencari pasangan kombinasi kesukuan yang pas dan tepat maka memudahkan kandidat memenangkan kontestasi Pilkada 2020,” tutup Andriadi Achmad mengakhiri wawancara.


Laporan: Jean Freire