previous arrow
next arrow
Slider

Banjir Hingga Tengah Malam, Nenek Ini Enggan Mengungsi Meski Rumahnya Terancam

Cahya (65 tahun) enggan meninggal rumah meski banjir mengancam/foto: Aka

LEBONG, sahabatrakyat.com– Hingga Jumat (26/4/201) pukul 24.00 WIB, ketinggian air banjir di wilayah Lebong, khususnya Kecamatan Lebong Sakti, Bingin Kuning, dan Lebong Utara, belum juga surut. Akibatnya warga yang rumahnya terdampak banjir belum dapat membersihkan rumah apalagi istirahat tidur dengan nyenyak. Mereka masih berjaga di sekitar rumah.

Di sisi lain, hingga pukul 00.24 WIB, sahabatrakyat.com yang masih memantau kondisi di lokasi banjir di Lebong Sakti, tidak melihat ada petugas penanganan bencana dari instansi terkait. Bahkan BPBD yang dikonfirmasi terkait upaya penanganan bencana tak memberi respon.

Dorada, warga Desa Ujung Tanjung III, Kecamatan Lebong Sakti, yang rumahnya terdampak banjir kepada sahabatrakyat.com mengaku belum ada arahan petugas atau pihak berwenang untuk evakuasi. Untuk sementara, warga hanya bertahan dan berjaga-jaga. Sementara anak-anak diungsikan ke rumah tetangga yang letaknya lebih tinggi, jauh dari jangkauan air.

Air banjir yang sudah menggenangi dapur rumah warga di Desa Ujung Tanjung 3/foto: mitra

Sementara itu, di wilayah Kecamatan Amen, tepatnya di Desa Nangai Amen, tim sahabatrakyat.com menemukan salah satu rumah terdampak banjir yang ditinggali Cahya, seorang nenek berumur 65 tahun. Rumah papan tanpa listrik yang hanya ditempat Cahya seorang diri itu hanya berjarak sekitar satu meter dari tepi pelapis tebing Sungai Bioa Kotok.

Meski jarak air banjir tinggal 30 cm menggenang, Cahya enggan meninggalkan rumah 5×5 meter itu. Ia menolak pergi ketika diajak mengungsi oleh Desmo Wibowo, Ketua APRI Kabupaten Lebong, ke tempat yang lebih aman. Cahya lebih memilih bertahan di rumah nan gelap gulita. Desmo yang gagal membujuk akhirnya mundur setelah memberi sebuah senter kepada Nenek Cahya.


Pewarta: Aka Budiman, Sumitra Naibaho

Komentar Anda
iklan kibar

Related posts