Bimtek Srikandi Tanggap Bencana, Upaya Minimalkan Resiko Bencana

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Bimbingan Teknis Latihan Kesiapsiagaan Bencana, SRIKANDI SIAGA Bencana, bertempat di Balai Ratu Samban Kota Arga Makmur, Selasa (9/4/2019). Kegiatan langsung dibuka oleh Bupati Bengkulu Utara, Ir. H. Mian.

Bimtek Srikandi Siaga Bencana diikuti oleh 48 orang peserta perwakilan dari berbagai lembaga, ormas dan organisasi wanita yang ada di Bengkulu Utara.

Bupati Bengkulu Utara, Ir. H. Mian mengatakan, Pemkab Bengkulu Utara menyambut baik dan menindak-lanjuti ide serta gagasan Gubernur Bengkulu yang dikemukakan melalui BPBD Provinsi Bengkulu agar urusan tanggap bencana tidak semata-mata bergantung pada pasukan Tagana. Namu bisa memberdayakan potensi lainnya termasuk dengan pengembangan desa siaga bencana.

“Desa siaga bencana ini akan kita tempatkan orang-orang sesuai dengan kekuatan dan kemampuan anggaran, tetapi paling tidak sosialisasinya di desa harus menjadi bagian yang paling utama” kata Bupati Mian.

Dikatakan Bupati, dari kepala desa hingga perangkatnya sampai ke RT, termasuk peran dasawisma 10 keluarga, harus mengetahui kondisi riil lapangan. Termasuk karakter manusianya dalam konteks pembinaan keluarga, bagaimana insfratruktur, dan bagaimana jalur evakuasinya.

“Terkait dengan sarana dan prasarana kita masih minim dengan kekuatan piskal kita tentunya untuk mengalokasikan dana tak terduga pada setiap APBD ini masih minim untuk itu kita meminta intervensi pusat melalui pendekatan-pendekatan penyampaian sehingga kita bisa mendapatkan tambahan inspratruktur, tambahan mobilisasi alat kemudian juga baperstock, logistik dan sebagainya kita berupaya selalu membangun komunikasi,” papar Bupati Mian.

Bupati Mian menandaskan dirinya sudah memerintahkan Kepala BPBD untuk terus mengkomunikasikan dan mengambil momentum untuk mendapatkan asupan program yang signifikan.

Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Ir. Bernadus Wisnu Widjaja, M.Sc mengatakan, bimtek ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada para peserta untuk mampu menjadi tutor bagi keluarga dan lingkungan sekitar dalam menyiapkan diri dan keluarga menghadapi bencana.

“Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada peserta tentang potensi bencana di Indonesia khususnya potensi bencana di wilayah perkotaan, kesiapsiagaan bencana keluarga. Selain itu peserta dibekali praktek menggunakan InaRisk serta teknik perlindungan diri dan mekaniksme evakuasi saat terjadi bencana,” kata Bernadus.

Dikatakan, pembekalan dan pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana bagi ibu-ibu ini sangat penting, untuk membangun budaya sadar bencana, pentingnya membangun kesiapsiagaan dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Diharapkan ke depanya para peserta Bimtek Latihan Kesiapsiagaan Bencana ini akan bertindak sebagai fasilitator untuk menularkan atau mensosialisasikan pentingnya kesiapsiagaan dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Tingginya potensi ancaman dan jumlah masyarakat yang terpapar risiko bencana, menyebabkan perlunya peningkatan kemampuan dan ketrampilan diri, keluarga dan masyarakat secara terus menerus dalam menghadapi bencana.

Dalam Bimtek tersebut juga disampaikan pengenalan aplikasi inaRISK, untuk mengenali risiko bencana disekitar kita. Disamping itu juga latihan pengisian form rencana kesiapsiagaan keluarga, pengenalan tas siaga dan berbagai tips kesiapsiagaan keluarga lainya.

“Bagaimana perilaku kita menghadapi alam ini, kalau kita jaga alam ini, alam juga akan menjaga kita, tetapi kalau kita bersahabat dengan alam, dia akan mengancam kita, karena itu hanya keseimbangan saja, alam hanya menjawab atas reaksi kita, jangan salahkan alam,” ulas Bernadus.

Bernadus menandaskan, ancaman alam itu ada karena proses alam, tetapi tidak ada yang namanya bencana alam tanpa pengaruh dari manusianya. (MS. Firman/ADV)