previous arrow
next arrow
Slider

Desa Sido Urip; Membangun Kemandirian dari Peternakan Sapi

Kepala Desa Sido Urip saat memantau aktivitas warganya yang beternak sapi/MS Firman

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- Desa Sido Urip, Kecamatan Kota Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu kini menjadi salah satu desa yang tengah membangun kemandirian lewat usaha peternakan sapi. Dimulai sejak 2016, peternakan sapi terus berkembang dan kini menjadi unggulan desa untuk meningkatkan kesejahteraan warganya.

Kepala Desa Sido Urip Totong Targana kepada sahabatrakyat.com di akhir 2018, menuturkan, usaha peternakan sapi, yakni Bali dan Simental, di desanya dikelola bersama-sama dalam wadah kelompok tani. Saat ini ada 7 kelompok tani yang sudah dan terus berkembang.

Dengan mayoritas warga desa berpenduduk 1.685 jiwa itu sebagai petani sawah, kebutuhan pemenuhan pakan sapi tidak menjadi kendala. Saat ini, kata Totong, jumlah warga yang beternak sapi ada sekitar 400 kk, dengan masing-masing kk mengurus 3 ekor sapi.

Menurut Totong, dengan pola bagi hasil pemeliharaan ternak yang disebut GADUH, usaha peternakan sapi di desanya berkembang dengan baik. Karena itu di tahun 2019 ini pemerintah desa akan kembali menggulirkan program bantuan sapi bagi kelompok tani.

Program bantuan ternak sapi itu, kata Totong, juga untuk menguatkan program pemanfaatan kotoran ternak yang saat ini sudah digunakan sebagai sumber energi biogas, dan kompos.

Karena itu melalui program inovasi desa yang digulirkan pemerintah, desa seluas sekitar 200 hektar itu akan menjadi desa penghasil daging sekaligus desa sumber energi dan desa penghasil pupuk organik. “Kami akan menambah kelompok tani,” kata Totong.

Rencana pemerintah desa itu tentu direspon positif berbagai pihak. Ketua BPD Desa Sido Urip, Salaman mengatakan, usaha yang dimulai sejak 2016 itu menjadi barometer keberhasilan para peternak dalam menggembangkan usahanya.

Ia menegaskan saat ini usaha ternak sapi menjadi salah satu penyokong perekonomian warga, selain dari sektor pertanian dan perkebunan. Karena itu program pengembangan pupuk organik dan biogas di tahun 2019 ini diyakini mampu memberikan dampak positif bagi anggota kelompok tani dan masyarakat sekitar.

Sukirno, warga desa setempat mengatakan, dari usahanya beternak sapi bantuan pemerintah itu dia mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi. Sukirno juga berharap dari program bantuan sapi itu bisa berkembang ke usaha-usaha ikutannya seperti pupuk karena membantu petani mengolah lahan pertaniannya.

Sarimanto, seorang anggota kelompok tani Desa Sido Urip, bahkan sudah membuktikan harapan Sukirno. Salimanto mengaku sudah menjadikan kotoran sapi sebagai pupuk pertanian. Dia bahkan telah memulai mengolah kotoran sapi menjadi pupuk kompos organik dan dijual.

Dalam satu kesempatan, kata Sarimanto, dirinya berhasil menggeluarkan pupuk dengan mengantongi keuntungan hingga jutaan rupiah. Salimanto berkeyakinan, jika pemerintah desa dan masyarakat serius menggembangkan potensi ini maka dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan kemandirian keluarga.

Camat Kota Arga Makmur, Sri Dasa Utama memaparkan, pihaknya terus memantau perkembangan ternak sapi milik anggota kelompok tani di Desa Sido Urip. Kata Sri Dasa, penggembangan pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk organik dan biogas merupakan inovasi tepat Pemdes Sido Urip dalam menggembangkan potensi yang dimiliki desa.


Penulis: MS Firman

Editor: Jean Freire

(Catatan: Artikel ini sudah diperbarui Jumat (11/01/2019) dengan perbaikan penulisan nama. Tertulis Salimanto seharusnya Sarimanto).

Komentar Anda
iklan kibar

Related posts