Dugaan Pungli Parkir di Taman Smart City, Ini Kata Sekda dan BKD Lebong

DALMUJI SURANTO
Aktivitas pungut pakir di sekitar Taman Smart City belum lama ini/dok

LEBONG, sahabatrakyat.com- Praktik pungutan parkir di sekitar Taman Smart City Karang Nio, Lebong, agaknya masih bakal menjadi polemik. Pasalnya, meski telah beredar dokumen perjanjian kerja sama antara Dinas PUPR dan Perhubungan dengan pihak kedua sebagai pengelola parkir, namun rujukan regulasi yang mendasari pungutan itu masih simpang siur.

Kepala Bidang Pendapatan BKD, Rudi Hartono mengatakan, sampai saat ini saja pihaknya belum pernah mengetahui ada regulasi yang mengatur tentang penetapan parkir di wilayah objek wisata maupun tepi jalan umum sebagai dasar retribusi parkir di Taman Smart City, termasuk di sekitar Masjid Agung.

RUDI HARTONO

“Dak tau kalau di Perhubungan, kalau kami belum mendapat SK Bupati-nya. Kami belum bisa komentar banyak,” ujar Rudi yang dikonfirmasi sahabatrakyat.com pada Senin siang (10/6/2019).

Meski demikian, kata Rudi, dari hasil pembahasan bersama dinas terkait ke depan semua akan disampaikan secara detail kepada masyarakat.

“Yang jelas bagi kami azas transparansi lah, untuk apa kami nutup-nutupi kan? Namanya kita menjalankan tugas,” tegasnya.

Terpisah, Penjabat Sekda Lebong, Dalmuji Suranto menyampaikan, Taman Smart City Karang Nio saat ini sudah diserahkan (oleh Pemprov Bengkulu) ke Pemerintah Daerah Kabupaten Lebong. Sedangkan untuk dinas pengelolanya belum ada berita acara bupati untuk menyerahkan kepada dinas yang mana.

“Penyerahan dari provinsi ke kita sudah, tapi penyerahan dari bupati berita acara kewenangan belum,” sampainya.

Dalmuji menegaskan, persoalan dugaan pungli parkir di wilayah itu bisa terjadi karena belum diurusnya regulasi penetapan izin. Padahal kasus serupa sudah tiga kali mencuat. Seharusnya, kata Dalmuji, dinas terkait cepat melakukan pengurusan perizinan dan regulasinya.

DALMUJI SURANTO

“Kalau parkir itu belum mengeluarkan izin, cepat-cepat diurus itu. Cakmano bisa jadi PAD supaya tidak jadi liar terus,” tegas Dalmuji sembari jemarinya mengetok-ngetok meja.

“Apalagi kan selama ini sudah timbul masalah!? Seharusnya BKD dengan Perhubungan segera,” tambahnya.

Di sisi lain, usai ramai diberitakan, aktivitas pungut parkir di sekitar taman dan juga masjid sudah tak ditemukan lagi. Saat sahabatrakyat.com mendatangi kedua lokasi pada Senin (10/6/2019), tak seorang pun petugas atau oknum yang minta bayar parkir.


Laporan: Aka Budiman