2 Tahun Berturut-Turut Inflasi Bengkulu di Bawah Inflasi Nasional

Inflasi-Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu Endang Kurnia Saputra menggelar Konfrensi Pers terkiat Inflasi Daerah/ist
Inflasi-Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu Endang Kurnia Saputra menggelar Konfrensi Pers terkiat Inflasi Daerah/ist

BENGKULU- Selama dua tahun berturut-turut Provinsi Bengkulu membukukan angka inflasi yang lebih rendah dari angka inflasi nasional. Setelah pada 2017 di angka 3,56 persen, pada tahun 2018 inflasi Bengkulu juga turun menjadi 2,35 persen. Sementara inflasi nasional 2018 adalah 3,13 persen.

“Pada tahun 2016 inflasi Bengkulu pada angka 5, 00 persen sedangkan inflasi nasional 3, 02 persen, sedangkan pada tahun berikutnya (2017) inflasi Bengkulu 3, 56 persen dan inflasi nasional pada angka 3,61. Untuk tahun 2018 inflasi Bengkulu di angka 2, 56 persen sedangkan inflansi nasional pada angka 3,13 persen,” papar Endang Kurnia, kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu dalam konferensi pers di Media Center Pemprov Bengkulu, Selasa (2/1/2019) sore.

Konferensi pers itu juga dihadiri langsung Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah selaku ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) didampingi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) serta Kepala Biro Ekonomi dan Asisten I Setda Provinsi Bengkulu.

Endang menambahkan, realisasi inflasi tahunan (year of year) Provinsi Bengkulu tahun 2018 menduduki posisi terendah ketiga se- Sumatera. “Kondisi tersebut jauh lebih baik dibandingkan pada tahun 2017 yang menduduki posisi nomor tujuh se- Sumatera,” sebutnya.

Keberhasilan tersebut, jelas Endang, karena pemerintah Provinsi Bengkulu mampu menekan gejolak tiket pesawat terbang yang sangat mempengaruhi inflasi.

Menurut Endang, TPID Provinsi Bengkulu telah melakukan langkah staregis dengan melakukan kebijakan yang sesuai dengan kebijakan nasional dalam mengendalikan inflansi daerah.

Sementara itu, Gubernur Rohidin menjelaskan, agar pengendalian inflansi dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu lebih baik, ada empat langkah strategis yang akan dilakukan pemerintah Provinsi Bengkulu.

Yang pertama, sebutnya, percepatan dan peningkatan presentasi penyerapan anggaran, kemudian pengembangan Bandara Udara Fatmawati yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura dengan pengembangan infrastruktur pendukung lainnya termasuk pembukaan jalur penerbangan baru.

“Selanjutnya, pengembangan Pelabuhan Pulau Baii untuk mendorong pertumbuhan ekspor dan keempat, peningkatan pengolahan produk olahan,” kata Rohidin.

Jika keempat langkah strategis tersebut dilakukan secara simultan, kata Rohidin lagi, maka akan berdampak sangat signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengendalaian inflasi di Provinsi Bengkulu.

Selain itu, sebutnya, upaya yang sifatnya teknis operasional yang dirasakan sangat efektif  dalam pengendalian inflansi seperti yang telah dilakukan, harus diupayakan terus secara sistematis dan massif.


Editor: Jean Freire