Ada Beking Oknum TNI AL, Bengkulu Masuk Wilayah Praktik Penyeludupan Benur Lobster

Ilustrasi/ Petugas saat menangkap alat tangkap benur lobster di
Ilustrasi/ Petugas saat menangkap alat tangkap benur lobster di perairan Teluk Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat pada Selasa (18/6/2019) – Rabu (19/6/2019) / Gambar: Istimewa

BENGKULU, sahabatrakyat.com- ”Saya tegaskan saja, itu satu orang (anggota TNI AL) di Bengkulu. Dia sudah dibayar para preman dan pengepul sehingga setiap ada aparat masuk, dia yang memberi tahu. Kalau murni preman, tak mungkin sekuat itu. Pasti ada aparat (yang dibayar).”

Petikan kalimat itu diungkap Panglima Komando Armada I TNI Angkatan Laut Laksamana Muda Yudo Margono kepada Kompas yang tengah melakukan liputan investigasi penyelundupan benur lobster (Panulirus sp) di sejumlah lokasi perairan Indonesia, termasuk Bengkulu pada Mei lalu.

Yudo mengakui itu setelah pihaknya gagal saat berusaha menangkap pengepul benur lobster di perairan barat Bengkulu. Berdasarkan data Kompas pula, daerah di Pulau Sumatera yang masuk dalam radar praktik ilegal benih lobster adalah Kabupaten Mukomuko di Bengkulu, dan Lampung (Lampung Barat, Pesisir Selatan, dan Pesisir Barat).

Maraknya bisnis ilegal benur lobster tak lepas dari keuntungan yang menggiurkan. Ditambah lagi sejak pemerintah menerbitkan regulasi yang melarang penangkapan lobster di bawah 200 gram, yakni Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2015 yang mengatur larangan melalulintaskan atau ekspor lobster yang diperbaiki menjadi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016.

Berdasarkan data KKP, tulis Kompas, terdapat 243 kasus penyelundupan dengan total 7,5 juta benur diselundupkan ke Vietnam sepanjang 2016-2018 serta Januari-April 2019.

Pada 2015 Vietnam memang menjadi negara dengan ekspor lobster terbesar di Asia Tenggara, yakni mencapai nilai Rp 159,6 miliar. Vietnam mengandalkan budidaya.

Sementara Indonesia yang masih mengandalkan hasil tangkap, baru bisa bisa mengekspor senilai Rp 100,3 miliar.

Baru setelah penangkapan dan ekspor benur lobster dalam negeri dilarang, ekspor lobster Indonesia melonjak menjadi 28,4 juta dollar AS (Rp 401,2 miliar) pada 2017. Menyaingi Vietnam yang tertekan menjadi 4,2 juta dollar AS (Rp 59,3 miliar).


Editor: Jean Freire