Ayam Brugo di Festival Pesisir Pantai Panjang Bengkulu

BENGKULU, sahabatrakyat.com- Sejumlah even dan atraksi tersaji di Festival Pesisir Pantai Panjang Bengkulu yang dipusatkan di Sport Center Pantai Panjang, Kota Bengkulu. Salah satu yang tak kalah menarik adalah Eksibisi Ayam Brugo.

Tak kurang dari 50 ekor ayam Brugo ditampilkan oleh penggemar atau pehobi ayam hias ini. Mereka berasal dari sejumlah wilayah dalam Provinsi Bengkulu. Di antaranya Kaur, Seluma, dan Kota Bengkulu.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu Majestika mengatakan, eksibisi ayam Brugo itu juga dalam upaya mengapresiasi para pelestari ayam yang merupakan plasma nutfah Bengkulu.

“Jadi ini bulan lomba. Hanya eksibisi saja. Ayam ini salah satu plasma nutfah Provinsi Bengkulu yang populasinya tersebar di sejumlah wilayah,” katanya, Minggu (17/11/2019) siang.

Sebagai salah satu endemik Bengkulu, ayam Brugo sendiri menjadi ikon Wonderful Bengkulu 2020 bersama bunga Rafflesia.

Ayam Berugo sendiri, jelas Majestika, memang berbeda dengan ayam kampung. Pada jantan, yang membedakan selain dari sisi ukuran tubuh, kokok, dan warna bulu adalah cuping berwarna putih dan jengger bergerigi. Brugo sendiri merupakan hasil persilangan ayam hutan merah jantan dengan ayam kampung betina.

Lebih jauh dikatakan, pelestarian dan budidaya Ayam Brugo saat ini juga punya potensi ekonomis yang menjanjikan. Pasalnya, harga per ekor ayam dengan warna bulu kombinasi hitam dan merah ini bisa capai Rp 1 juta.

“Iya. Kalau kurang sejuta pemiliknya nggak mau lepas,” katanya lalu menunjukkan contoh ayam yang dimaksud.

Jefri, salah satu pehobi ayam Berugo asal Kabupaten Kaur, mengatakan pembukaan lahan dan perburuan kini menjadi ancaman utama bagi kelestarian ayam Berugo.

“Kalau yang pelihara ayam ini banyak. Populasinya tersebar. Cuma kini yang masih ada di hutan sudah sulit ditemui karena ayam makin jauh masuk ke dalam hutan akibat pembukaan lahan,” kata Jefri.


Penulis: Jean Freire