previous arrow
next arrow
Slider

Bank Bengkulu ‘Diserbu’ Nasabah PNS

LEBONG, sahabatrakyat.com– Bank Bengkulu kini menjadi pusat perhatian. Itu terkait kebijakan amortisasi atau biaya pinalti pelunasan pinjaman nasabah yang harus dikembalikan lagi ke nasabah.

Sejumlah nasabah yang penasaran dan butuh kepastian, Senin (11/2/2019) tampak ramai mendatangi Bank Bengkulu. Setidaknya itu terpantau sabahabatrakyat.com di Bank Bengkulu Cabang Muara Aman, Kabupaten Lebong.

Nasabah yang rata-rata PNS tampak menunggu giliran menuju meja costumer service (CS). Mereka tak saja menunggu di lantai 1 tapi juga memadati lantai 2 kantor bank yang berpusat di Kota Bengkulu itu.

Sayangnya saat akan dikonfirmasi Kepala Bank Bengkulu Cabang Muara Aman Roby Wijaya SE MM terkesan enggan menemui wartawan. Melalui sekretarisnya, Nabila, sahabatrakyat.com diminta agar melayangkan surat permohonan wawancara terlebih dulu.

“Kalau mau wawancara (soal amortisasi) buat surat resmi dulu, pak. Supaya bisa dikoordinasikan ke pusat lebih dulu. Biar penjelasannya tidak keliru,” ujar Nabila.

Ramainya PNS yang datang ke Bank Bengkulu sendiri menyusul viralnya pemberitaan penuturan seorang nasabah Bank Bengkulu, Nopi Heryanto yang dipublikasi media online www.pedomanbengkulu.com

Kata Nopi, aturan biaya pinalti dikenakan oleh Bank Bengkulu bagi nasabah yang akan melakukan top up. Padahal dalam perjanjian kredit ketentuan itu tidak ada.

“Kalau pinjaman Rp250 juta, biaya amortisasi itu dipotong mencapai Rp20 juta, jika nasabah mau melakukan pelunasan dan top up. Ini sangat memberatkan nasabah. Makanya saya mengkoordinir tujuh orang teman saya yang juga PNS di SMAN 9 dan SMAN 7 Bengkulu Selatan untuk melaporkan hal ini ke OJK,” tegas Nopi yang berprofesi sebagai PNS di SMAN 9 Bengkulu Selatan ini kepada Pedoman Bengkulu, Minggu (10/2/2019).

Adapun tujuh orang yang dimaksud yakni Hasro Amijyo, Wahirdin, Yudiman, Wisdianto, Ratna Juita, Depi Haryanto dan Muktar Lizi.

“Tanggal 3 Januari, kami melakukan pertemuan di OJK. Hasilnya pihak OJK memutuskan Bank Bengkulu wajib mengembalikan biaya amortisasi tersebut kepada nasabah. Selang beberapa hari alhamdulillah dikembalikan. Total uang yang dikembalikan untuk tujuh orang tersebut mencapai Rp120 jutaan,” beber Nopi.

Hasil keputusan OJK, jelas Nopi, pihak Bank Bengkulu wajib mengembalikan biaya amortisasi yang telah dipungut dari nasabah.

Kepada nasabah Bank Bengkulu yang biaya amortisasinya belum dikembalikan, Nopi Heryanto menyarankan agar segera menghubungi pihak Bank Bengkulu untuk mengurus pengembalian uang.

“Semestinya Bank Bengkulu mempublikasikan nama-nama nasabah yang telah dikenakan biaya amortisasi. Dan sudah menjadi kewajiban Bank Bengkulu untuk mengembalikan uang yang menjadi hak nasabah itu,” sampai Nopi.

Nopi berkeyakinan masih banyak nasabah Bank Bengkulu yang dulunya ditarik biaya amortisasi saat top up, namun uang tersebut belum dikembalikan oleh pihak Bank Bengkulu. Karena, menurutnya, Bank Bengkulu mulai memberlakukan biaya amortisasi tersebut sejak akhir tahun 2017 hingga akhir 2018.


Pewarta: Aka Budiman

Editor: Jean Freire

Komentar Anda
iklan kibar

Related posts