previous arrow
next arrow
Slider

Bengkulu Ekspor 25 Kontainer Kayu Olahan ke China

Mewakili Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Kadis TPHP Ricky Gunarwan memotong pita tanda pelepasan komoditas ekspor pertanian kayu olahan/ist

BENGKULU- Potensi kekayaan alam Bengkulu sangat melimpah, terbukti nilai ekspor yang selalu meningkat dalam beberapa tahun ini. Pemerintah terus berupaya agar produk unggulan daerah mampu bersaing pada pasar global.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah diwakili Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP), Ricky Gunarwan mengungkapkan geliat ekspor di Provinsi Bengkulu mulai bertambah. Sebelumnya telah dilaunching ekspor ikan kerapu, jenihin, dan tuna serta produk olahan ikan ke Malaysia dan Singapura. Sekarang akan merambah produk olahan pertanian yang akan diekspor ke negeri tirai bambu China serta cangkang sawit ke negeri gajah putih Thailand.

“Produk kita akan menuju China dan Thailand, semoga ke depan lebih banyak muncul produk-produk unggulan yang siap ekspor,” ungkap Ricky yang pernah menjabat staf ahli Gubernur, Selasa (19/03/2019).

Ia menambahkan, potensi komoditas ekspor di Provinsi Bengkulu sangat besar, salah satunya sarang burung walet yang nilai ekspornya pada 2017 sebesar Rp 133,78 milyar dan meningkat pada 2018 sebesar Rp 170,889 milyar.

Keterbukaan konektivitas Pulau Baai (KEK) dan Bandara Fatmawati (internasional) akan sangat memberi manfaat kenaikan pendapatan asli daerah dari sisi ekspor komoditas unggulan.

“Sarang walet potensinya besar, namun ekspornya belum bisa dilakukan secara langsung sebab masih akan diproses di pulau jawa. Jika Bandara dan pelabuhan Bengkulu meningkat statusnya, tentu akan membawa keuntungan bagi kemajuan perekonomian daerah,” ungkapnya

Di kesempatan yang sama, Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama, dan Informasi Perkarantinaan Badan Karantina Pertanian Sujarwanto mengatakan Bengkulu dalam sejarah tercatat sebagai wilayah yang kaya akan rempah-rempah berkualitas, sebab itu dahulu bangsa Eropa rela jauh-jauh datang ke Bengkulu.

Dalam program agro gemilang (ayo galakkan ekspor generasi millenial bangsa) yang dicanangkan, mengajak generasi millenial untuk ambil bagian menjadi petani muda sekaligus eksportir karena prospeknya sangat bagus.

“Kekayaan Bengkulu sebagai pusat rempah-rempah seperti lada, pala, jahe harus terus dijaga. Generasi millenial wajib menjadi pelopor sebagai petani muda dan eksportir masa mendatang,” jelasnya.

Ia menambahkan, potensi Holtikultura di Bengkulu juga sangat melimpah, negara tetangga seperti malaysia, singapura sangat membutuhkan sayur mayur segar dari daerah kita.

“Disamping itu, kita juga memiliki kekayaan holtikultura yang bagus dan berkualitas di wilayah pegunungan (Rejang lebong). Jika terkelola dengan baik dan kendala akses logistik teratasi akan sangat membantu menaikkan nilai ekspor daerah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Bengkulu, M. Ischaq menjelaskan data eksportasi dua komoditas unggulan Provinsi Bengkulu yang dilepas melalui wilayah kerjanya hari ini adalah 823, 7407 meter kubik kayu olahan 286.566,96 USD atau setara dengan Rp. 4,01 miliar dengan tujuan ke China dan cangkang sawit sebanyak 8.500 MTS senilai 386.750 USD atau setara dengan Rp. 5,4 miliar dengan tujuan Thailand.

“Kayu olahan yang siap ekspor terdiri dari 5 jenis komoditas yaitu Rubber Wood Finger Jointed, Rubber Wood Moulding (S4S), Rubber Wood Finger Joint Laminating, Rubber Wood Laminating Board dan Albizia Falcatarina Wood Finger Joint Laminating yang dimuat dalam 25 kontainer dan akan dikirim melalui pelabuhan Pulau Baai Bengkulu,” jelasnya.


Editor: Jean Freire

Komentar Anda
iklan kibar

Related posts