Iklan Kemendes

BI Bengkulu Apresiasi Responden Bersama Andi Noya

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah didampingi Kepala BI Bengkulu Endang Kurnia menunjukkan Batik Bengkulu kepada Andy F. Noya Malam dalam Temu Responden Tahun 2018 yang digelar BI untuk mengapresiasi para responden, Selasa (4/12/2018) malam/ist

BENGKULU–  Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu kembali mengapresiasi para responden, yakni pihak-pihak yang selama ini menjadi narasumber dalam survei-survei periodik untuk melihat perkembangan ekonomi Bengkulu.

Apresiasi itu diwujudkan dengan digelarnya Temu Responden Tahun 2018 Inspiring UMKM. Acara yang dikemas dengan format Talk Show itu menghadirkan para narasumber inspiratif termasuk Gubernur Bengkulu dan dipandu Andy F. Noya, jurnalis dan pembaca acara talk show populer di stasiun televisi swasta nasional.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu Endang Kurnia menjelaskan, Temu Responden Tahun 2018 memang ditujukan bagi seluruh respoden BI yang selama ini sudah berkomitmen dan bekerja sama dengan BI dalam upaya menghasilkan informasi dan data dalam survei mingguan, bulanan, dan tahunan BI.

“Ini sebagai ungkapan terima kasih kami kepada mereka karena atas kerja sama dan kejujuran mereka, maka kita bisa menyajikan data-data ekonomi yang akurat,” kata Endang yang dikonfirmasi RRI di sela-sela acara.

Endang mengatakan, narasumber yang diundang seperti Ibu Nuraini dari Makasar adalah sosok yang sengaja dihadirkan untuk memotivasi pelaku usaha di Bengkulu. Sosok Nuraini, kata Endang, sudah membuktikan diri dari nothing menjadi something.

“Something-nya tidak biasa-biasa, tapi sangat luar biasa. Beliau bisa menjadi inspirasi kita untuk membangun kewirausahaan sosial, social enterpreunership. Ini yang tidak mudah,” papar Endang.

Bank Indonesia, kata Endang, akan membina dengan baik siapa pun yang punya komitmen dalam membangun usaha dan masyarakatnya, seperti sejumlah narasumber yang dihadirkan dalam acara tersebut.

“Bank Indonesia, kalau ada orang seperti itu akan kami bantu. Kami siap bantu. Betul, kami tidak akan abaikan,” tegasnya.

Sementara itu, kepada Andi F. Noya yang memandu acara, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menjelaskan program dan upaya Pemprov Bengkulu dalam mengoptimalkan potensi unggulan, seperti jeruk Kalamansi dan kopi Bengkulu.

Rohidin mengatakan, komoditas potensial tersebut tinggal dikemas dengan baik dan diberi merk (branding). Agar tidak diklaim sebagai produk daerah lain, produk andalan itu akan dipatenkan dengan mendaftarkannya ke Kementerian Hukum dan HAM.

“Kopi Bengkulu juga akan diolah untuk komoditas ekspor. Kopi Robusta Bengkulu ini akan diberi branding Bencoloen Coffee. Brand-nya satu tapi variasinya nanti bermacam-macam,” jelas Rohidin.

Rohidin menandaaskan, pengembangan produk unggulan daerah itu tidak akan berdiri sendiri, tetapi akan disinergiskan dengan pembangunan sektor parawisata. “Maka satu-dua tahun terakhir kita gencar membuat even untuk mempromosikan Bengkulu, baik di daerah maupun di tingkat nasional,” tutupnya.


Sumber: rri.co.id

Komentar Anda
iklan kibar

Related posts