Gebrakan Pemprov Bengkulu Bersama KPTIK Promosikan Kopi

KOPI-Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah hadir pada Penandatanganan MoU Pengembangan Kopi Bengkulu antara Pemprov Bengkulu dengan Komite Penyelarasan Teknologi Informasi dan Komunikasi/ist

BENGKULU– Plt Gubernur Bengkulu bersama Ketua Komite Penyelarasan Teknologi Informasi dan Komunikasi (KPTIK) baru saja menandatangani Nota Kesepahaman/MoU tentang Pengembangan Kopi Bengkulu di Hotel Rafles, Kamis (04/07/18).

Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, penandatanganan MoU antara Pemprov Bengkulu dengan KPTIK merupakan sebuah gebrakan menaikkan neraca perekonomian masyarakat Bengkulu, terutama bagi para petani kopi yang selama ini justru selalu dipandang sebelah mata bahkan terpinggirkan.

“Maka kerjasama dengan KPTIK ini, bagaimana mengelola kebun rakyat sekitar 60 ribu hektar itu dengan pendekatan korporasi berbasis rakyat. Sehingga nanti, brandingnya satu yaitu branding Kopi Bengkulu, kita kerjasamakan dengan teman-teman yang biasa mengelola sistem pemasaran produk di era kekinian menggunakan teknologi informasi,” terang Rohidin usai Penandatanganan MoU Pengembangan Kopi Bengkulu antara Pemprov Bengkulu dengan KPTIK, di Ruang Pertemuan salah satu hotel kawasan Pantai Panjang, Kota Bengkulu, Kamis (04/10/2018).

Lanjut Rohidin, upaya meningkatan neraca perekonomian ini juga dilakukan dengan pembangunan pabrik kopi di Kabupaten Bengkulu Tengah, ekspor kopi melalui Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) dan pemutusan mata rantai ekspor kopi melalui provinsi tetangga. Seperti selama ini, kopi Bengkulu dibawa keluar melalui Lampung dan Palembang.

Menurut Ketua KPTIK Dodi Yudianto, atas kerjasama antara KPTIK dengan Pemprov Bengkulu, pihaknya berkomitmen mempromosikan Kopi Bengkulu ke tingkat nasional bahkan internasional, terlebih pihaknya juga telah melakukan kerjasama dengan investor sekaligus penggiat kopi asal Rusia.

Selain itu, dengan pengalaman yang ada dirinya juga memberikan garansi akan meningkatkan kesejahteraan petani kopi, melalui master plan yang akan dibangun bersama Tim Koordinasi Pengembangan Kopi Pemprov Bengkulu.

“Kopi Bengkulu saat ini memang belum memiliki master plan secara khusus. Sehingga belum telat kalau kita sekarang memulai karena kopi juga saat ini juga menjadi komoditas andalan pemerintah pusat. Dan tentunya ini menjadi peluang kita bersama agar berperan kembali, tampil di kancah nasional dan internasional,” jelasnya.

Sementara itu, bersama Tim Branding dan Peningkatan Kualitas Kopi Bengkulu, KPTIK berencana mempromosikan Kopi Bengkulu dengan nama produk “Bencoolen Coffe” dan penerbitan Kopi Koin, yang menjadi sistem berinvestasi secara online.


Editor: Jean Freire