Lebong Siapkan Souvenir Perak dan Rajutan Benang Jadi Produk Unggulan

David
David

LEBONG, sahabatrakyat.com- Kabupaten Lebong tengah mempersiapkan dua program unggulan baru sebagai produk usaha mikro kecil menengah (UMKM). Produk unggulan itu akan berciri khas daerah sehingga bisa dipatenkan, yakni beragam souvenir berbahan perak dan rajutan benang.

Hal itu diungkapkan Kepala Sub Bidang Seksi Evaluasi dan Pelaporan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Lebong David, Senin (22/7/2019) saat dikonfirmasi sahabatrakyat.com di Tubei.

“Kalau yang sudah ada kan baru jeruk Gerga dan gula merah. Jadi akan kita dorong lagi dengan produk unggulan berupa souvenir berbahan perak dan ada juga rajutan benang,” kata Devi, sapaan David.

Devi menjelaskan, dari jeruk, sudah dihasilkan berbagai produk olahan seperti sirup. Sementara dari aren sudah diproduksi gula merah dan gula semut.

“Untuk sirup gerga, saat ini sedang dilakukan riset untuk memperlama masa expired. Kalau yang kini masih yang terlalu cepat,” jelas Devi.

Menurut Devi, perak diangkat karena Lebong memiliki sumber daya alam yang menghasilkan perak. Jumlahnya cukup berlimpah dan cocok dijadikan souvenir seperti gelang, kalung, dan sebagainya.

Untuk rajutan benang, sampainya, merupakan hasil musyawarah dari tim dewan kerajinan nasional untuk memproduksi rajutan yang berciri khas kedaerahan.

Ditambahkan Kasubag Perencanaan dan Keuangan, Agus, selain 2 produk unggulan yang jadi prioritas, ada 100 produk UMKM dari 20 klasifikasi produk Lebong yang diupayakan pengembangannya untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Klasifikasi produk itu berupa produksi pengolahan kedelai, industri keripik kerupuk peyek dan sejenisnya, industri produk roti dan kue, industri kerajinan, rumah makan.

Ada juga industri jasa servis dan kendaraan, jasa perawatan kendaraan, elektronik, industri pengelasan, alat pertanian, konveksi, pengolahan bahan minuman, industri gula merah, industri furniture dari kayu.

Lalu: depot pengolahan air tawar, pengolahan alat tangkap ikan, gilingan padi, industri sirup, perdagangan hasil pertanian dan pengolahan bahan minuman.

“Kalau UMKM berjalan yang pastinya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Agus.


Laporan: Aka Budiman