previous arrow
next arrow
Slider

Promo di DKI, Kopi Bengkulu Ditarget Tembus Pasar Nasional dan Internasional

 

Gubernur Bengkulu Rohiidin Mersyah ikut mempromosikan kopi Bengkulu di ibukota/istimewa

BENGKULU- Melalui Badan Penghubung Provinsi Bengkulu, Bencoolen Rider dan Bencoolen Coffe Mobile diluncurkan di DKI. Ini dilakukan sebagai strategi memperkenalkan kopi Bengkulu pada masyarakat Indonesia dan mancanegara.

“Salah satu fungsi Badan Penghubung adalah memperkenalkan protensi dan produk unggulan daerah di tingkat nasional dan internasional,” ujar Kepala Badan Penghubung dalam acara Ngopi Bareng, The Bencoolen Rider dengan Gubernur Bengkulu, (6/2/19).

Sementara itu, Komite Penyelaras TIK yang juga Wakil Ketua Tim Koordinasi Kopi Bengkulu, Dedi Yudianto menegaskan, Bencoolen Rider dan Bencoolen Mobil Coffe untuk memperkenalkan brand kopi Bengkulu pada semua kalangan.

“Kami sengaja menyediakan Bencooken Rider dan Bencoolen Coffe Mobile di Jakarta, agar kopi Bengkulu mudah dikenal di DKI Jakarta, kalau kopi Bengkulu dikenal di DKI Jakarta, insyaallah lebih mudah dikenal di seluruh Indonesia bahkan dunia,” ungkap Dedi.

Dalam sambutannya, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah banyak mengungkapkan potensi dan strategi pengembangan kopi Bengkulu.

“Secara nasional produksi kopi Bengkuku menempati urutan ketiga, dan pada peta kopi Sumatera dikenal segitiga kopi, yaitu Bengkulu, Lampung dan Sumatera Selatan. Artinya Bengkulu memiliki potensi kopi yang menjanjikan,” ujar Rohidin Mersyah yakin.

Rohidi melanjutkan, Bengkulu memiliki sekitar 72 ribu ton per tahun dengan 34 sampai 36 kepala keluarga yang bergerak di sektor tersebut. Hanya saja, tambah Rohidin, posisi sekarang ada sekitar 34 ribu hektar berada di kawasan hutan lindung.

“Melihat potensi dan problem tersebut, pemerintah daerah telah melakukan langkah-langkah strategis agar kopi Bengkulu benar-benat mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” tambah Rohidin.

Langkah yang sedang dilakukan pemerintah daerah, lanjut Rohidin, pertama persoalan status lahan kebun rakyat harus segera diselesaikan. “Mumpung sekarang lagi ada program reforma agraria,” ujar Rohidin.

“Kedua lindungi mereknya, daftarkan indikasi geografisnya. Alhamdulilah Kepahiang dan Curup sudah kita dapatkan. Ketiga buka pabriknya dan buka pintu ekspornya. Keempat lakukan promosi seperti yang kita lakukan saat ini,” tambah Rohidin lagi.


Editor: Jean Freire

Komentar Anda
iklan kibar

Related posts