Gerakan Tanam 5.000 Pohon Mangrove; Upaya Pulihkan DAS dan Mitigasi Perubahan Iklim

Gerakan Tanam Mangrove Pemprov Bengkulu, Senin (7/7/2019)/Foto: Ist
Gerakan Tanam Mangrove Pemprov Bengkulu, Senin (7/7/2019)/Foto: Ist

BENGKULU, sahabatrakyat.com– Gerakan Penanaman Serentak Mangrove untuk mitigasi bencana dilaksanakan secara serentak pada Selasa tanggal 9 Juli 2019. Di Bengkulu, gerakan dengan tema ‘Penanaman Mangrove Untuk Pemulihan DAS dan Mitigasi Perubahan Iklim’ ini dipusatkan di kawasan TWA Pantai Panjang-Pulau Baai Lentera Merah, Kelurahan Sumber Jaya, Kota Bengkulu.

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Nopian Andusti menyampaikan pemanasan global menjadi isu besar yang memberikan dampak nyata bagi kehidupan makhluk hidup di dunia, yakni perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut. Peningkatan karbondioksida di atmosfer merupakan salah satu penyebab terbesar terjadinya pemanasan global.

“Mangrove menjadi solusi dan memberi banyak manfaat bagi kehidupan kita. Mangrove merupakan ekosistem kaya karbon yang mampu mencegah pelepasan emisi karbon ke udara,” ujar Nopian usai menanam bibit pohon mangrove.

Ia menambahkan, daerah Bengkulu yang wilayahnya terletak di sepanjang bibir garis pantai barat Sumatera membutuhkan mangrove sebagai upaya menjaga ekosistem laut, melestarikan biota laut, penahan ombak dan tsunami.

“Upaya ini sangat bermanfaat dan perlu terus dikembangkan maupun didukung. Mangrove itu merupakan daerahnya biota laut mencari makan sekaligus tempat populasi ikan berkembang. Hal ini sangat membantu mengatasi perubahan iklim yang terjadi,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sorjum menjelaskan kegiatan menanam 5.000 pohon mangrove dilaksanakan secara serentak di 12 provinsi, hal ini merupakan inisiasi ibu-ibu OASE KK.

“Kegiatan ini dipusatkan di Manado, bertujuan sebagai upaya mitigasi bencana. Mangrove dapat berperan menyerap polutan, melindungi garis pantai dari abrasi maupun tsunami,” jelasnya.

Lanjutnya, sebaran mangrove di Provinsi Bengkulu seluas 1.904 ha yang tersebar di beberapa hamparan utama salah satunya Kota Bengkulu, yang memiliki luas areal sekitar 214, 62 ha di sepanjang sungai Jenggalu dan pesisir pantai.

“Keberadaan mangrove memberikan fungsi dan manfaat baik bagi lingkungan. Mangrove dapat menjadi objek daya tarik wisata alam serta atraksi ekowisata dan tentu menambah pendapatan masyarakat sekitar pesisir,” pungkasnya.


Editor: Jean Freire