Dua Belas Warga Lebong Positiv HIV/AIDS

RACHMAN

LEBONG, sahabatrakyat.com- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebong mencatat sebanyak 12 orang warga telah positif terinfeksi virus HIV/AIDS. Untuk menghindari penularan dan kematian, 12 orang yang yang mengidap HIV/AIDS itu rutin mengikuti Volitering Conseling dan Terapi (VCT).

Kepala Dinkes Lebong, Rachman mengatakan, virus HIV/AIDS dapat melemahkan sistem imun tubuh sehingga yang terkena rentan terserang penyakit hingga mengakibatkan kematian.

Virus itu, lanjutnya, hanya dapat menular akibat adanya cairan yang bertemu atau menyatu dari orang yang telah terserang, bisa juga dari jarum suntik yang sebelumnya pernah dipakai penderita.

“Penularannya tidak sembarang nular, yang penting jangan kontak cairan,” ujarnya, Rabu (13/02/2019).

Karena virus ini belum ditemukan obatnya, sambung Rachman, penderita hanya dapat menahan penurunan imun tubuh melalui konsumsi obat-obatan yang dipasok dari Kabupaten Rejang Lebong dan Kota Bengkulu, secara rutin

“Laporan kita di Lebong melalui sistem informasi HIV/AIDS, namun untuk obat belum ada,” katanya.

Warga Lebong, kata Rachman, yang positif terserang virus HIV/AIDS dari data terbaru berjumlah 12 orang, dimana 5 orangnya diketahui positif terserang pada tahun 2018 lalu.

Kelompok peresiko terkena virus HIV/AIDS, sampai Rachman, adalah LGBT, ibu hamil, petugas kesehatan, pengguna jarum suntik dan PSK. “Kelompok peresiko bukan berarti dia positif terkena,” timpalnya.

Untuk penanggulangan, paparnya, Dinkes selalu bekerja sama dengan dinas terkait. Di antaranya untuk memberikan sosialisasi dan pengetahuan tentang HIV/AIDS kepada masyarakat dan pelayanan VCT terhadap pasien yang telah positif terserang. “Pasien terus kita awasi,” tandasnya.

Jimmy Tri Susilo

Kepala Bidang Sosial Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosial, Jimmy Tri Susilo mengatakan, kelompok penderita penyakit HIV/AIDS merupakan salah kelompok yang menjadi sasaran pemberdayaan Dinas PMDSos dengan cara mengajak masyarakat dan kelurganya memberi perhatian yang tepat.

“Kita bersama lembaga kesehatan dan organisasi sosial selalu memberikan pengertian maupun sosialisasi kepada masyarakat, penderita dan keluarga untuk penderita tetap dapat hidup dengan normal dalam lingkungan masyarakat,” tandasnya.


Penulis: AKA BUDIMAN