previous arrow
next arrow
Slider

Ibu Dua Anak Ini Butuh Bantuan, Mari Berkenan Ulurkan Tangan…

Marno, ayah Jurmasih saat menuturkan derita putrinya. Marno berharap uluran tangan dermawan agar Jumarsih bisa pulih/foto: MS Firman

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Begitulah kira-kira peribahasa untuk menggambarkan nasib Jumarsih (37 tahun). Maksud hati mencari sesuap nasi, janda dua anak itu malah ketiban musibah. Bagian tubuhnya, yakni pantat dan pangkal kaki melepuh setelah terjatuh duduk ke dalam kuali penggorengan.

Peristiwa naas itu bermula ketika di Desa Kuro Tidur ada warga yang menggelar hajat pesta pernikahan. Biasanya momen itu dimanfaatkan untuk jualan oleh pedagang makanan kecil karena ramainya warga.

Jumarsih yang bekerja sebagai upahan pedagang makanan (bakso, mie, gorengan dll) hari itu melaksanakan tugasnya. Entah bagaimana, saat berjalan meladeni pembeli, pakaiannya tersangkut pada batangan besi. Tubuhnya tertarik ke belakang dan jatuh tepat di atas kuali berisi minyak goreng panas.

Kini (24/1/2019) sudah 18 hari, sejak peristiwa naas itu terjadi, warga Dusun III Desa Kuro Tidur ini hanya mampu tengkurap di pembaringan. Luka bakar membuat tubuhnya didera nyeri. Jangankan berdiri, duduk pun dia belum mampu.

“Anak saya sudah 17 hari menderita luka bakar, sebelum dibawa pulang ke rumah sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Arga Makmur selama 3 hari 3 malam,” jelas Marno (77 tahun), ayah Jumarsih saat dibincangi sahabatrakyat.com di kediamannya, Rabu (23/1/2019).

Kata Marno, setelah pulang dari rumah sakit, dokter meminta agar datang lagi untuk kontrol. Permintaan itu sudah dipenuhi sekali. Untuk kontrol kedua kali dan seterusnya ia mengaku sudah tak mampu menanggung biayanya.

Jumarsih hanya mampu tengkurap. Perih akibat luka bakar pada bagian pantat dan kaki membuatnya belum bisa bekerja untuk menafkahi kedua anaknya/MS Firman

“Kita ini orang tidak mampu, kalau kelamaan di rumah sakit terus terang saja kami tidak sanggup membayar pengobatan tersebut. Bila sampai 10 hari, setengah bulan? Bukan apa-apa karena kondisi, kemungkinan kami bisa terjual rumah. Terpaksa anak kami bawa pulang dirawat di rumah saja,” kata Marno pasrah.

Dikatakan, Jumarsih dan kedua anaknya tercatat sebagai penerima jaminan kesehatan dari pemerintah. Kabarnya, kata Marno, kartu tersebut dikeluarkan pada bulan November 2018, tetapi baru diberikan oleh Kepala Desa setempat sekitar 3 hari setelah Jumarsih dibawa pulang ke rumah dari RSUD Arga Makmur .

JKN Jumarsih dan kedua buah hatinya tercatat dengan Faskes Suka Makmur, Kecamatan Marga Sakti Seblat. Di sisi lain yang bersangkutan tinggal di Dusun III Desa Kuro Tidur Kecamatan Kota Arga makmur.

“Kami berharap ada dermawan yang mau membantu dan berbagi kepada kami untuk kesembuhan anak kami Jurmasih,” harap Marno yang sehari-hari bekerja sebagai peternak kambing.


Pewarta: MS FIRMAN

Editor: Jean Freire

Komentar Anda
iklan kibar

Related posts