Kapolda Bengkulu Sebut Produksi Tuak Cukup Besar di Bengkulu

Polisi musnahkan tuak, jenis miras yang disita dalam operasi pekat/foto: Istimewa
Pemusnahan Barang Bukti Hasil Operasi Pekat Nala I Tahun 2019 Polda Bengkulu dan jajaran/Foto: Istimewa

BENGKULU, sahabatrakyat.com- Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs. Supratman, M.H., mengungkapkan minuman keras menjadi pemicu paling utama tindak kriminal di Bengkulu. Tuak adalah jenis miras yang terbanyak peredarannya.

Hal itu diungkapkan Kapolda Supratman saat pemusnahan barang bukti hasil operasi pekat I tahun 2019 yang dilaksanakan usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2019 di Mapolda Bengkulu, Selasa (28/5/2019). Turut menyaksikan pemusnahan barang bukti itu Gubernur Rohidin Mersyah, Danrem 041 Gamas Kol Inf Dwi Wahyudi serta Forkopimda dan tokoh agama Provinsi Bengkulu.

Polisi musnahkan tuak, jenis miras yang disita dalam operasi pekat/foto: Istimewa

Adapun barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari miras berbagai jenis dan ukuran sebanyak 2.499 botol; 3.660 liter tuak; 28.455 kotak petasan; 135 keping VCD bajakan; 1.550 butir obat merk Samcodin dan 240 sachet Komix.

Kapolda menjelaskan, minuman keras adalah sumber utama yang memicu tindak kriminal di Bengkulu. Terhadap miras jenis tuak sendiri, Kapolda mengakui pihaknya belum bisa menindak pembuat atau produsen tuak karena terkendala regulasi. Seperti di Kota Bengkulu yang belum ada perda terkait larangan miras tersebut.

”Produksi tuak di Bengkulu cukup besar dan kelemahan kita belum memiliki perda sehingga diharapkan menjadi perhatian bagi kepala daerah untuk membuat perda dalam penindakan bagi pelaku pembuat tuak.” kata Kapolda Bengkulu.


Editor: Jean Freire

Sumber: tribratanewsbengkulu.com