previous arrow
next arrow
Slider

Suami Lumpuh 3 Tahun, BPJS Nunggak 19 Bulan, Ibu 2 Anak Butuh Uluran Tangan…

Sarnubi (39 tahun) hanya mampu berbaring akibat lumpuh setelah alami kecelakaan tiga tahun silam/ Foto: MS Firman

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- Selain keluarga Arsyila Nevika Eriyanti (1 tahun 5 bulan), penderita jantung bocor, yang terhenti layanan BPJS mandiri-nya lantaran menunggak, keluraga di Kecamatan Kota Arga Makmur juga bernasib serupa.

Sudah tiga tahun sejak mengalami kecelakaan tunggal di dekat kantor camat Arma Jaya, Sarnubi kini hanya sanggup berbaring di peraduan. Tubuhnya yang kurus itu tak sanggup lagi berdiri setelah menderita lumpuh usai kecelakaan.

Sejak disandera lumpuh pula sang istri harus banting tulang. Ia mengganti peran sang suami guna memenuhi kebutuhan hidup, menopang ekonomi keluarga.

Namun kebutuhan hidup yang terus meningkat seiring anak-anak mereka yang tumbuh besar tak sepenuhnya lagi bisa dipikul sang istri bernama Lintiana.

Bahkan sudah 19 bulan terakhir kartu BPJS mandiri yang biasa diandalkan dalam membiayai perawatan Sarnubi sudah tak mujarab lagi. Sebab sudah selama itu pula keluarga ini menunggak pembayarannya.

Ketika dikunjungi sahabatrakyat.com pada Minggu (2/6/2019) di kediamannya di Desa Datar Ruyung, Kecamatan Kota Arga Makmur, Sarnubi tak sedikit pun bergeming dari pembaringan. Penyempitan saraf pasca kecelakaan 2016 silam betul-betul tak mau kompromi kepadanya.

Menurut Lintiana, meski suaminya adalah salah satu perangkat linmas di desa itu namun pemerintah desa juga belum banyak memberi perhatian. Jangankan bantuan, menjenguk saja belum, kata dia.

Sebulan terakhir, lanjut Lintiana, suaminya mulai mengeluhkan sakitnya. Namun apa daya, BPJS sudah tak aktif. Sarnubi pun terpaksa menanggung deritanya hanya di pembaringan.

Sementara Lintiana juga tak bisa berbuat banyak lagi. Di samping suami yang tak berdaya, dua anaknya juga butuh biaya buat bisa terus sekolah. Si sulung kini SLTA, adiknya kini sudah duduk di bangku SLTP.

“Kami cuma bisa berdoa dan tetap bekerja semampu saya. Kami mohon perhatian pemerintah daerah dan kemurahan hati para dermawan supaya beban kami lebih ringan,”harap Lintiana.


Penulis: MS Firman

Editor: Jean Freire

 

Komentar Anda
iklan kibar

Related posts