Ups! Bungkus Daging Kurban Pakai Kresek Hitam Ternyata Berbahaya

Petugas Dinas Pertanian dan Peternakan BU memeriksa daging hewan kurban/sahabatrakyat.com
Petugas Dinas Pertanian dan Peternakan BU memeriksa daging hewan kurban/sahabatrakyat.com

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- Momen hari raya Idul Adha memang tak jauh dari urusan daging. Idul Adha sendiri memang ditandai dengan kegiatan berkurban, baik hewan ternak sapi maupun kambing.

Agar daging hewan kurban layak dikomsumsi, pemerintah lewat dinas terkait selalu melakukan pemeriksaan kesehatan hewan agar aman dan halal bagi masyarakat. Ada pemeriksaan antemortem (fisik luar), ada juga postmortem (bagian dalam/organ dalam).

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan BU Darlis SP mengatakan pemeriksaan postmortem sangat penting dilakukan agar daging kurban yang dibagikan ke masyarakat terjamin keamanan dan terhindar dari penyakit zoonosis.

“Pemeriksaan postmortem itu meliputi pemeriksaan kondisi hati, jantung, paru-paru, limpa, ginjal dan organ bagian dalam hewan,” jelas Darlis.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Perternakan BU drh. Dwi Kurniawati dan drh. Ayu Budiarti menambahkan, dari pengawasan terhadap hewan kurban di wilayah BU, tidak ditemukan penyakit pada hewan kurban.

Namun keduanya menghimbau warga agar tidak menggunakan kantong plastik atau kresek berwarna hitam. Sebab bahan ini merupakan hasil daur ulang sampah. Selain zat kimia tambahan, plastik-plastik tersebut memiliki riwayat penggunaan yang beragam, misalnya bekas bungkus pestisida, kotoran hewan, pupuk, sampah rumah tangga, limbah rumah sakit, dan sebagainya.

“Makanya bau dan bila terkena matahari menyerap panas dan akhirnya menjadi karsinogenik (penyebab kanker) dalam jangka waktu yang lama bila terus menerus digunakan,” ujar Dwi Kurniawati.

 

Penulis: MS Firman
Editor: Jees