Lagi Bermain di Tugu Presidium, Bocah Diculik, Ditelanjangi & Dianiaya di Picung

Ilustrasi
Ilustrasi

LEBONG, sahabatrakyat.com- Seorang bocah sebut saja namanya Boy (10 tahun) menjadi korban kekerasan pada Selasa malam (28/5/2019). Pelaku yang sudah teridentifikasi kini buron dan menjadi buruan polisi.

Peristiwa bermula saat Boy sekitar pukul 22.00 WIB tengah bermain di sekitar Tugu Presidium di Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Pelabai tiba-tiba dibekap lalu dibawa paksa dengan sepeda motor oleh diduga seorang pria berumur sekitar 20 tahun.

Kapolres AKBP Andree Ghama Putra SIK melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lebong, Ipda Awatharie S.Tr.K menceritakan, Boy dibawa dengan cara didekap di atas sepeda motor jenis Honda Supra Fit berwarna kehitam-hitaman tanpa nopol.

Ipda Awatharie

“Sesampai di wisata Picung, pelaku berhenti di dekat jembatan dan langsung menelanjangi korban,” ujar Ipda Tharie- sapaan Awatharie- berdasar pengakuan korban.

Dikatakan, korban yang melihat dari kejauhan ada 2 orang yang sedang di pondok wisata Picung langsung berteriak minta tolong sehingga pelaku panik. Dia membuat leher dan kepala korban memar karena dicekik dan didorong ke aspal.

Saat sepasang muda-mudi itu mendatangi, pelaku langsung kabur. Bocah malang itu pun akhirnya diantar pulang ke rumah dalam keadaan tanpa celana sekitar pukul 22:30.

“Didatangin sama orang pacaran itu, kabur pelaku, itulah korban diantar ke rumah,” ujar Tharie.

Sehari sebelumnya, korban mengaku sempat melihat pelaku, namun tidak mengenalnya. Namun korban masih ingat ciri-ciri pelaku, antara lain berbadan kurus, tinggi, hitam dan berambut tegak.

“Tegak rambutnya, jingkrak-jingkrak gitu,” ujar Tharie.

Untuk pelaku, sampainya, meskipun belum ditemukan namun tempat kediamannya sudah diketahui pihak kepolisian dan masih dalam pencarian.

Polisi juga tengah menunggu hasil visum untuk memastikan apakah korban mengalami tindak pencabulan.

“Dia (pelaku) tinggal sama neneknya, anggota masih di lapangan mencari,” lanjut Tharie.

Ancaman hukuman terhadap pelaku penganiayaan, tegasnya, bisa jadi dengan melanggar pasal 82 ayat (1) UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

“Sama lima belas tahun juga meskipun tidak melakukan kekerasan itu ada,” jelas Ipda Tharie.


Penulis: Aka Budiman

Editor: Jean Freire