Lebong Berencana Revisi Hari Jadi, Kecamatan Pelabai Jadi Tubei

Sekretaris Daerah Lebong Mustarani Abidin saat memimpin rapat membahas revisi Perda Noor 21 Tahun 2007 Tentang Hari Jadi Kabupaten Lebong. Senin (14/10/2019)/Foto: sahabatrakyat.com-Aka Budiman

LEBONG, sahabatrakyat.com- Rencana mengganti tanggal resmi hari jadi Lebong sebagai kabupaten yang pernah mencuat beberapa tahun lalu kini muncul kembali. Rencana perubahan itu, tampaknya, memang sudah dikaji akhir-akhir ini tanpa digembar-gemborkan ke publik.

Terbukti, Senin (14/10/2019), Pemkab Lebong sudah menyepakati rencana perubahan hari jadi itu dalam rapat koordinasi Revisi Perda Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Hari Jadi Kabupaten Lebong yang dipimpin Sekretaris Daerah Mustarani Abidin SH MSi.

Hadir dalam pertemuan yang digelar di Ruang Bina Praja Setda itu antara lain: Ketua Presidium Pemekaran H Syahili, Anggota DPRD Asman Maidolan dan Sriwijaya, para asisten, sejumlah pimpinan OPD, para camat, dan kepala desa/lurah, LPM dan BPD di wilayah Kecamatan Pelabai.

Sekda Lebong, Mustarani Abidin mengungkapkan, secara resmi pemekaran Kabupaten Lebong dari Rejang Lebong adalah pada saat UU Nomor 39 tahun 2003 disahkan, yakni pada 18 Desember 2003. Jadi bukan saat peresmian pada 7 Januari 2004.

“Ketika sah jadi undang-undang maka sah-lah terbentuk Kabupaten Lebong dan Kepahiang di Provinsi Bengkulu,” ujarnya.

Ketua Presedium Pemekaran Lebong, H Syahili menegaskan, perubahan hari jadi Kabupaten Lebong menjadi 18 Desember memang sesuai dengan UU Nomor 39 Tahun 2003 tentang Pemekaran Kabupaten Lebong dan Kepahiang. “Perubahan itu saya sangat setuju,” singkatnya.

Kecamatan Tubei

Selain soal tanggal hari jadi, rapat juga membahas penetapan ibukota kabupaten dalam rupa bumi dan usulan rencana perubahan nama Kecamatan Pelabai menjadi Kecamatan Tubei.

Mustarani menjelaskan, penetapan perubahan nama dilakukan sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2008 tentang Pembentukan dan Pemekaran Kecamatan di Kabupaten Lebong; pasal 8 Ayat (1) UU Nomor 39 tahun 2003 yang menyatakan bahwa ibukota Kabupaten Lebong berada di Tubei; dan pasal 1 angka 2 Permendagri Nomor 30 Tahun 2012 yang menyatakan bahwa ibukota kabupaten/kota atau ibu kota provinsi adalah tempat kedudukan bupati, walikota dan gubernur dalam menyelenggarakan pemerintahan.

“Untuk administrasi kependudukan saya minta nanti sekaligus pemerintah daerah menganggarkan supaya perubahan itu tidak memberatkan desa, dibayarkan APBD saja,” ujarnya.

Dalam tahapan selanjutnya, sampainya, perubahan akan diusulkan ke DPRD untuk kemudian dimasukkan ke dalam hasil revisi Perda RTRW Kabupaten Lebong.

“Kita langsung ke Propemperda untuk kita ke tahap selanjutnya,” tuturnya.

Sementara Ketua Presedium Lebong, H Syahili mengungkapkan, nama Tubei sebagai kecamatan merupakan nama wilayah tertua, namun telah berubah menjadi nama Pelabai.

“Kita telah sepakat untuk kembali ke nama awal. Kita harap kedatangan orang tidak lagi bingung mencari ibu kota Tubei,” tandasnya.


Pewarta: Aka Budiman