Lemeupit Gelar Musdes Susun RKPDes 2020

Poae bersama usai Musdes
Poae bersama usai Musdes

LEBONG, sahabatrakyat.com- Desa Lemeupit, Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong pada Selasa malam (30/7/2019) menggelar muyawarah desa atau Musdes perencanaan pembangunan tahun anggaran 2020.

Musdes yang menjadi salah satu agenda rutin Badan Permusyawaratan Desa atau BPD dan difasilitasi Pemerintah Desa Lemeupit itu diikuti warga setempat mewakili berbagai unsur, di antaranya pemuda, perempuan, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan lainnya.

Sambutan Ketua BPD

Ketua BPD Lemeupit Masropen dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi warga. Selaku wakil warga Masropen menegaskan sikap BPD yang siap menampung dan menyalurkan aspirasi warga agar menjadi salah pertimbangan dalam menyusun rencana kerja pemerintah desa atau RKPDes 2020.

“Dan kami selalu siap mengawasi pembangunan yang lahir dari aspirasi masyarakat,” kata Masropen.

Sambutan Kades

Kepala Desa Lemeupit Beni menyampaikan bahwa pembangunan desa yang dibiayai dana desa mencakup fisik dan non fisik. Pembangunan fisik bisa berupa jalan usaha tani, sedang non fisik bisa dalam kegiatan pemberdayaan.

“Kalau pembangunan fisik itu tidak pakai kata selesai. Semua mau disemen. Sementara di sini ada juga pemberdayaan. Masyarakat juga perlu belajar,” tukas Beni.

Tenaga Ahli Bidang Teknologi Tepat Guna Supriyatna mengingatkan agar Pemerintah Desa Lemeupit mengedepankan semangat dan asas keterbukaan atau transparansi dalam membangun desanya.

Ia menyambut positif komitmen kepala desa yang melihat pemberdayaan sebagai salah satu fokus dan program prioritas penggunaan dana desa.

Agar pemberdayaan bisa optimal Supriyatna mengingatkan agar pemerintah desa Lemeupit jeli dalam melihat potensi yang mendorong kesejahteraan di desanya, baik di sektor pendidikan, kesehatan maupun lainnya.

“Tolong lihat potensi kita, lihat apa masalah kita tadi. Baru kita susun apa solusinya. Lalu berapa dan darimana sumber pembiayaannya,” ujar Supriyatna.

Menurut pria yang biasa disapa Ujang Supri ini, alokasi dana desa per tahunnya paling tinggi 800 juta. Dana Desa yang sifatnya hanya stimulus itu tentu tidak cukup untuk menjawab semua aspirasi warga sekaligus. Karena itu perlu dipilah mana skala prioritas. “Itulah gunanya kita musyawarah malam ini,” timpalnya.

 

Paparan Tenaga Ahli Indra Jaya

Ditambahkan tenaga ahli kabupaten bidang perencanaan partisipatif Indra Jaya, hakikat pembangunan itu adalah membangun jiwa dan raga. Maka yang pertama-tama yang harus dibangun adalah sumber daya manusianya. Adapun pembangunan fisik adalah pendukung.

“Jadi pelaksanaan pembangunan itu bisa menimbulkan pertanyaan: apakah yang sudah dilaksanakan selama ini sudah meningkatkan perekonomian masyarakat? Apakah masyarakat sudah sejahtera?” kata Indra.

Warga Lemeupit yang mengikuti Musdes

Usai sambutan dan paparan, Musdes Lemeupit dilanjutkan dengan pembagian peserta menjadi beberapa kelompok guna membahas usulan sebagai bahan menyusun RKPDes, yakni kelompok Dusun I, Dusun II, kelompok pemuda, serta kelompok pemuda dan BUMDes.

Selain membentuk tim penyusun RKPDes dan pencermatan RPJMDes, masing-masing kelompok juga menghasilkan sejumlah usulan program 2020.

Dusun I mengusulkan pembangunan jalan usaha tani, irigasi tersier, sambungan irigasi, gedung serba guna, jalan lingkungan, lampu jalan, bantuan kesehatan lansia dan disabilitas, dan pendidikan.

Dusun II mengusulkan JUT, jalan lingkungan, bantuan lansia, pembangunan JUT 500 meter, pemberdayaan masyarakat dan dukungan bagi perangkat agama.

Dusun III minta JUT, jalan lingkungan, beasiswa pendidikan, bantuan lansia, alat damkar, sambungan irigasi.

Adapun dari BUMDes mengajukan usul sekretariat pelatihan, 10 set tenda 4×6 meter. BUMDes juga mengusul unit usaha jasa dan pasar atau grosir bahan pokok.

(Advertorial)


Pewarta: Aka Budiman, Sumitra Naibaho