Mobil Sudah Masuk Sungai Lisai, Kades Hajron: Hanya Urusan Khusus dan Darurat

Rombongan Polres Lebong menggunakan lima roda empat dan 7 sepeda motor saat berangkat menuju Desa Sungai Lisai/Foto: Screenshot Youtube Polda Bengkulu
Rombongan Polres Lebong menggunakan lima roda empat dan 7 sepeda motor saat berangkat menuju Desa Sungai Lisai/Foto: Screenshot Youtube Polda Bengkulu

LEBONG, sahabatrakyat.com- Hari Jumat tanggal 9 Agustus 2019 akan menjadi hari penting bagi Desa Sungai Lisai. Betapa tidak, setelah hampir 10 tahun menjadi bagian Kabupaten Lebong, hari itu untuk pertama kalinya ada kendaraan roda empat yang bisa masuk hingga ke desa dalam Kecamatan Pinang Belapis itu.

Sebelum tiga unit roda empat pada Jumat jelang tengah malam itu, mereka yang sengaja berkunjung ke desa yang dulunya masuk Kabupaten Merangin, Jambi itu hanya bisa melalui jalan kaki dan atau sepeda motor tertentu, yakni jenis trail.

Tahun ini Pemkab Lebong memang memplot anggaran Rp 1,5 milyar untuk peningkatan jalan di daerah terisolir. Askes jalan ke Sungai Lisai itu dimulai dari Desa Sungai Sebelat Ulu. Pekerjaan ini dilaksanakan oleh tentara lewat program TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD. Proyek ini selesai akhir Juli lalu.

Dikabarkan tribratanewsbengkulu.com pada Rabu (14/8/2019), kendaraan roda empat yang sampai ke Desa Sungai Lisai itu adalah rombongan Polres Lebong yang tengah menggelar Ekspedisi dan Bakti Sosial masih dalam rangkaian memperingati hari raya Idul Adha 1440 H.

Kapolres Lebong AKBP Andree Ghama Putra, SH., S.IK melalui Kabag Ops AKP Yosril Radiansyah menerangkan, “kegiatan Ekspedisi dan Bhakti Sosial ini merupakan kegiatan pertama yang berhasil datang ke Desa Lisai Kecamatan Pinang Belapis Kabupaten Lebong dengan menggunakan kendaraan jenis roda empat”.

“Selain karena jarak yang cukup jauh untuk tiba di lokasi, kondisi jalan yang masih berupa tanah dan banyaknya tanjakan juga merupakan tantangan yang harus berhasil ditaklukan saat kami datang,” tambahnya.

“Alhamdulilah lelah kami (Tim Polres Lebong), selama perjalanan terbayarkan saat berhasil masuk desa dan dapat berkumpul langsung dengan masyarakat. Tim yang berhasil masuk menggunakan kendaraan roda empat yang telah dimodifikasi dan dilengkapi peralatan offroad. Ini pun kami harus bermalam dan pulang esok harinya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Lisai Hajron bersama warga yang menyambut langsung kedatangan Tim Polres Lebong dengan penuh kekeluargaan mengucapkan selamat datang dan memberikan ucapan terimakasih atas penyaluran bantuan sebagai wujud kepedulian Polri melalui Kapolres Lebong.

“Inilah kondisi desa kami pak, tapi kami tetap bersyukur dan bahagia ditengah keterbatasan kami karena kita sama merah putih,” tegas Kepala Desa.

Ditemui sahabatrakyat.com pada Rabu malam (14/8/2019) di Desa Tunggang, Lebong Utara, Hajron mengakui rombongan Kapolres Lebong menjadi yang pertama yang bisa masuk desa itu dengan roda empat.

Seakan tahu arah pertanyaan jurnalis sahabatrakyat.com, Hajron segera mengklarifikasi bahwa masuknya roda empat tidak bisa sembarangan. Ia menegaskan, roda empat boleh sampai ke desa hanya untuk aktivitas tertentu dan sifatnya emergency alias darurat.

“Ya sebenarnya tidak boleh. Sebab akses jalan yang baru dibuka itu sejatinya hanya untuk sepeda motor saja. Tapi berhubung rombongan Polres datang bakti sosial dan sudah ada koordinasi dengan Pemkab, ya kami…,” kata Hajron yang menuntaskan kalimatnya dengan mengangkat bahu.

Hajron memaparkan, lokasi desa yang masuk dalam kawasan TNKS memang tidak bisa serta merta disentuh pembangunan pemerintah. Namun demi memenuhi pelayanan dasar warga, utamanya kesehatan dan pendidikan, maka program pembangunan seperti akses jalan tak bisa dihindarkan.

Hajron mengenang peristiwa meninggalnya seorang anak lantaran tak bisa segera mendapat perawatan medis beberapa waktu lalu. Anak itu meninggal dalam perjalanan menuju puskesmas di Desa Ketenong yang harus ditempuh dengan jalan kaki selama berjam-jam.

“Padahal sakitnya tidak begitu parah. Dia meninggal dalam perjalanan. Belum sampai Puskesmas. Akhirnya dibawa kembali pulang,” kenang Hajron.


Laporan: Aka Budiman dan Sumitra Naibaho