Modus Tagih Iklan, Di-OTT Polisi, Oknum Wartawan Terancam 9 Tahun Bui

Polres Bengkulu Utara saat Press Realease OTT dua oknum wartawan atas dugaan pemerasan/Foto: MS Firman

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com Langkah TI (41 tahun) dan IJ (38 tahun) baru saja menjauh dari Kantor Desa Samban Jaya, Kecamatan Batik Nau, Senin (11/11/2019). Petang itu, kedua pria itu sudah berniat pulang usai menerima sejumlah uang.

Namun saat keduanya hendak meninggalkan lokasi, tiga pria lainnya tiba. Seorang lalu mendekati dan setengah mengiterogasi bertanya mengapa kedua wartawan itu ada di sana.

“Kami dari media. Keperluan kami datang untuk menagih orderan iklan kepada Kades,” jawab salah satu wartawan. Namun saat didesak bukti order dan persetujuan bayar, dua oknum wartawan itu pun bungkam.

TI dan IJ akhirnya tak berkutik saat dua orang lainnya yang ternyata polisi bergegas mengamankan mereka. Dari keduanya petugas lalu menyita uang Rp 3 juta, dua unit hape, dan satu lembar surat tagihan publikasi, kwitansi, dan lainnya.

Tersangka TI dan IJ

TI dan IJ rupanya sudah ditarget lantaran dianggap meresahkan. Sebelum datang ke Kantor Desa Samban Jaya, kedua oknum wartawan itu disebut meminta Kades Samban Jaya membayar berita tentang pemilihan BPD Desa Samban Jaya senilai Rp 5 juta.

Demi memuluskan permintaan itu, keduanya juga disebut mengancam melaporkan Kades Samban Jaya ke jaksa terkait kegiatan dana desa 2019. Sang Kades yang merasa tertekan pun akhirnya menyanggupi pembayaran.

Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi Warganegara SH SIK MM melalui Kasat Reskrim AKP Jery A Nainggolan SIK didampingi Kasubag Humas Polres Bengkulu Utara Iptu Darlan, Rabu (13/11/19) pagi mengatakan, permintaan oknum wartawan itu oleh Kades disanggupi hanya Rp 3 juta dan akan dibayar di Kantor Desa.

“Pelaku mendatangi Kades untuk menagih iklan yang katanya akan terbit di media koran mingguan BR. Iklan tersebut dalam orderan belum ada kesepakatan baik itu lisan maupun secara tertulis, sehingga kepala desa merasa tertekan dan merasa dirugikan, yang dianggap oleh Kades ini oknum wartawan memaksa maka beliau melaporkan oknum wartawan tersebut,” jelas AKP Jery saat gelar Press Conference di Mapolres BU.

Uang pecahan Rp 100 ribu, dan sejumlah barang bukti lainnya yang disita polisi/

Namun, lanjut AKP Jery, sebelum transaksi itu dilakukan, korban sudah lebih dulu berkoordinasi dan melaporkan indikasi pemerasan ke polisi. Sehingga pada hari penyerahan uang, pelaku pun diamankan.

Ditambahkan Kasatreskrim, pihaknya masih akan mendalami kasus tersebut. Sebab tidak menutup kemungkinan pelaku melakukan hal yang sama di tempat lain.

“(Ada) Kemungkinan pelaku melakukan aksinya di TKP lain, ini masih kita dalami,” tegas Jery.

Akibat perbuatannya, TI dan IJ dijerat pasal 368 KUHP ayat (1) sub pasal 369 KUHP ayat (1) pidana, dengan ancaman sembilan tahun penjara.


Pewarta: MS Firman