Niatnya Beli Kartu Perdana, Pemuda Ini Malah Terancam Penjara

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- Dio, warga Desa Gunung Alam, Kecamatan Arga Makmur, Bengkulu Utara, kini meringkuk di balik sel Mapolres BU. Pemuda itu tak berkutik ketika polisi mendatanginya membawa satu unit handphone yang ternyata hasil curian.

Kasus pencurian itu bermula saat tersangka yang baru pulang mengantar ikan ke RS Charitas pada Rabu (11/9/2019) pagi sekitar jam 09.00 WIB bermaksud membeli kartu perdana di salah satu konter di Desa Rama Agung.

Namun kondisi konter yang sepi membuat pemuda 19 tahun itu gelap mata. Tak jadi beli kartu ia malah masuk ke dalam konter lalu tangannya meraih satu unit handphone.

“Saya panggil-panggil sampai tiga kali, pemilik konternya tidak keluar-keluar. Saya lihat ke dalam ada handphone ASUS Zenoine 3 di atas meja lalu saya ambil,” pengakuan Dio kepada polisi.

Sebelum tiba di rumah, ia masih sempat singgah di konter lainnya di Desa Rama Agung. Kali ini kartu perdana jadi dia beli.

Klop, punya HP baru curian dan kartu perdana, Dio pun segera mencoba. Ups, hape itu rupanya dikunci kata sandi. Dio berkali-kali mencoba menembus, namun gagal. Bahkan hape itu sampai reset.

Dio menyerah. Hape curian berwarna gold dibawanya ke konter dengan maksud diperbaiki. Namun perbaikan itu tak bisa segera. Pemilik konter servis minta waktu satu hari. HP harus ditinggalkan.

Esoknya, Kamis (12/9/2019), Dio kembali. Tanpa curiga, ia terima saja keterangan pemilik konter bahwa hape itu diperbaiki oleh orang lain. Hape akan diantarkan segera. Dio masih mau menunggu.

Beberapa saat kemudian, dua orang mendatangi konter dimana Dio sudah menunggu. Seorang laki-laki, seorang lainnya perempuan. Sangka Dio, kedua orang itu yang memperbaiki hape-nya.

“Ternyata yang datang itu anggota Polres Bengkulu Utara dan pemilik hape,” urai Dio kepada petugas yang membuat berita acara pemeriksaan.

Kapolres BU melalui Kasat Reskrim AKP Jery A Nainggolan kepada pers mengatakan, tersangka dijerat pasal 362 KUHPidana tentang pencurian.


Pewarta: Agus Hariyanto