previous arrow
next arrow
Slider

Binpres FORKI Tanggapi Protes, Ari: Bisa Jamin Dapat Medali?

Suasana Pemusatan Latihan Atlet Karate Bengkulu ke Kejurnas Piala KASAD 2019 di PPLP Bumi Ayu, Kota Bengkulu/dok

BENGKULU- Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengprov FORKI Bengkulu akhirnya buka suara menyikapi protes pencoretan atlet dari pemusatan latihan persiapan Kejurnas Karate Piala KASAD Tahun 2019.

Wakil Ketua Binpres Pengprov FORKI Bengkulu Ariyanto mengatakan, keputusan mencoret atlet itu memang kebijakan Binpres.

“Di AD/ART itu, sudah jelas bahwa Binpres itu membidangi atlet maupun kepelatihan. Keputusan pencoretan itu sudah diambil atas pertimbangan pelatih dan Binpres,” katanya dikutip bengkulunews.co.id.

Ari menjelaskan, ada beberapa pertimbangan yang mendasari kebijakan Binpres tersebut. Yakni terkait anggaran, peluang, dan kesempatan bagi atlet dari luar kota.

Anggaran yang diusulkan ke KONI, jelas Ari, berkisar Rp 120 juta-an. Namun yang bakal digelontorkan hanya Rp 60 juta-an. Dengan anggaran segitu, maka jumlah atlet yang akan diberangkatkan dikurangi.

“Untuk tiket saja sudah Rp 4 jutaan per orang PP. Dengan dana Rp 60 juta mana cukup. Untuk tiket saja sudah dihitung-hitung sudah Rp 60 jutaan lebih. Yang berangkat kan bukan cuma atlet. Pelatih dan wasit juga ikut,” urainya.

Kata Ari, jika mau diberangkatkan semuanya, maka KONI harus mengakomodir kebutuhan kontingen sesuai dengan yang diajukan dalam proposal. “Jadi mestinya pertanyaan itu ke KONI. Berapa anggaran mereka itu?” ujar Ari.

Pertimbangan kedua, lanjut Ari, adalah bahwa pihaknya juga mempertimbangkan soal peluang atlet mendapat medali. Dia bilang, pelatih yang lebih tahu atlet yang lebih berpotensi dan punya peluang besar dapat medali.

Seperti beberapa nama yang ada, katanya, memang sudah pernah juara di level yang lebih tinggi. Antara lain Fajri, Lia, dan Hestri.

“Kebijakan ini juga untuk mengakomodir atlet-atlet yang ada di daerah. Mereka protes, masa cuma dari Kota saja yang direkrut. Memangnya anak daerah tidak bisa? Ini yang menjadi salah satu pertimbangan,” katanya.

Dalam daftar atlet yang kini berlatih di PPLP, memang ada karateka asal daerah, yakni Deri Dwi Anggara, asal Wadokai Mukomuko. Deri diproyeksikan turun di kelas kumite -60 kg. Kelas ini sebelumnya diisi oleh Twosom Efriadi Gultom (Inkado).

Menurut Ari, dari 11 atlet yang dipanggil pemusatan latihan, tak hanya nama Abdi Fallah yang dicoret. Masih ada empat nama lagi. “Kok cuma satu yang protes. Yang lain kan tidak. Ini kan artinya cuma satu aja yang vocal. Yang lain menerima kok. Silakan tanya ke mereka,” cetusnya.

Ari mengatakan jika pihak yang protes itu bisa menjamin karatekanya meraih medali maka ia siap memanggilnya kembali. “Bisa jamin nggak anaknya dapat medali. Janganlah emas, perunggu pun jadi,” tantang Ari.

Ari mengatakan, nama-nama yang masih berlatih kini juga belum dipastikan bakal lolos atau tidak. “Lagian Piala KASAD sendiri juga mundur dari jadwal semula. Saya sudah konfirmasi. Bisa juga nanti tidak jadi,” katanya.

KONI: Selesaikan di Internal

Terkait polemik yang kembali membelit tubuh FORKI, Wakil Ketua I KONI Bengkulu Irwan Alwi yang diminta pandangan mengatakan persoalan tersebut adalah ranah internal FORKI.

Karena itu ia menyarankan agar polemik bisa diselesaikan dengan mekanisme yang ada di tubuh FORKI. KONI, kata Alwi, hanya membantu ketika FORKI punya program.

“KONI sebatas membantu kepengurusan FORKI sampai definitif, kalau ada polemik intern ya harus diselesaikan di tingkat FORKI. Kan mereka punya pengurusnya. Ada ketua umum dan perangkat lain yg harus diselesaikan di intern FORKI, KONI sifatnya membantu ketika mereka punya program,” singkat Alwi.

Seperti diketahui, Pengprov FORKI Bengkulu periode 2018-2022 baru berjalan kurang tiga bulan pasca-pelantikan oleh Sekjen PB FORKI Lumban Sianipar, Desember 2018.

Terbentuknya kepengurusan FORKI yang baru ini juga tak lepas dari sejarah panjang konflik internal sebelumnya. Apakah FORKI Bengkulu tidak bisa lepas dari lingkaran konflik? Apa yang keliru?


Sumber: bengkulunews.co.id

iklan kibar

Related posts