previous arrow
next arrow
Slider

FORKI RL Belum Tahu, Inkado Kaget. Gojukai: Tantangan Binpres Berlebihan…

Ilustrasi Polemik Bisa Picu Mosi Tak Percaya ke FORKI?/dok

BENGKULU, sahabatrakyat.com– Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengprov FORKI Bengkulu Ariyanto sudah menjelaskan alasan pencoretan sejumlah atlet dalam rangka menghadapi Kejurnas Karate Piala KASAD 2019.

Ariyanto menyampaikan, selain nama M Abdi Fallah (Gojukai), ada empat karateka lainnya yang ikut dicoret. Dua nama dari kelas kata, yakni Rizki Ayu Sartika (LEMKARI/FORKI Rejang Lebong) dan Surya Dharma (Gojukai). Lalu dua nama lagi dari nomor kumite, yakni Twoson Efriadi Gultom (Inkado) dan Annisa Novia Ayu (Gojukai).

Dari lima nama yang dicoret, Ari bilang hanya satu saja yang protes, yakni terkait pencoretan nama M. Abdi Fallah. Sementara yang lain dianggap menerima keputusan itu.

Benarkah?

Media ini lantas mencoba mengkonfirmasi pengurus organisasi atau perguruan asal karateka yang dicoret. Di antaranya FORKI Rejang Lebong (atlet: Rizki Ayu Sartika) dan Inkado Bengkulu (Twoson Efriado Gultom), termasuk kembali mengkonfirmasi ke pengurus Gojukai.

Ketua Pengda FORKI Rejang Lebong Letkol Kav Budi Wirman yang dikonfirmasi terkait kebijakan FORKI yang mencoret nama Rizki Ayu Sartika mengaku belum mengetahui perihal tersebut. Budi minta waktu untuk mendalaminya terlebih dulu.

“Belum. Saya dalami dulu. Makasih infonya,” singkat Budi yang juga Dandim 0409/Rejang Lebong itu via pesan WhatsApp, Kamis (14/3/2019) malam.

Pertanyaan sahabatrakyat.com adalah apakah FORKI RL sudah tahu keputusan pencoretan atlet? Bagaimana sikap FORKI RL?

Sementara Fren, Pengurus Inkado Bengkulu, terkesan kaget dengan pertanyaan sahabatrakyat.com. Namun ia belum menjawab bagaimana respon Inkado terhadap keputusan FORKI yang mencoret salah satu atlet asal Inkado.

“Wah, kapan ini pak? Ada lagi yaa info terbaru? Emang ada SK Twoson masuk di Binpres FORKI,” tanya Fren yang dikonfirmasi via WhatsApp, Sabtu (16/3/2019) pagi. Fren bilang sedang rapat. Pertanyaan sahabatrakyat.com terkait sikap Inkado atas keputusan Binpres FORKI yang mencoret 5 dari 11 karateka yang dipanggil resmi ikut pemusatan latihan belum dia jawab.

Sementara Azar, Pengurus Gojukai Bengkulu, mengatakan, pihaknya memang memprotes pencoretan nama M Abdi Fallah lantaran Abdi lah yang mengikuti panggilan FORKI. “Kebetulan yang tiga lagi kan anak kita juga. Kita tak protes karena memang mereka tidak ikut latihan,” jelas Azar, Jumat (15/3/2019).

Ada Prasangka?
Lebih lanjut Azar menduga ada unsur lain dalam proses pencoretan itu. Ia mengaku memang pernah ada peristiwa dimana dia diduga menjegal atlet lain. Hal itu terjadi di masa kepengurusan FORKI yang lalu.

“Saya tidak punya kewenangan mencoret karena saya bukan bagian dari pengurus. Waktu itu saya datang ke PPLP karena diminta pelatih PPLP untuk mengawas. Kebetulan ada dua anak kita di sana, seorang memang anak saya sendiri. Jadi tidak ada hak saya untuk mencoret atau mengeluarkan siapa pun,” ungkap Azar.

Karena itu, lanjut Azar, adalah keliru jika mengkait-kaitkan masalah yang sudah lalu itu dengan kebijakan hari ini. “Jadi salah sasaran kalau ada yang bilang saya yang pernah mencampakkan anak orang. Nggak pas itu. Sembarangan,” tukasnya.

Azar mengakui, kala itu memang ada konflik di internal FORKI. Namun oleh pengurus Gojukai, kata dia, sudah ada kebijakan untuk tidak terlibat dalam konflik tersebut. “Dari dulu kami oleh pengurus memang tidak disuruh memihak ke siapa-siapa,” tegas Azar.

Terkait pernyataan Wakil Ketua Binpres Ariyanto yang meminta jaminan medali jika atlet yang dicoret dipanggil kembali, Azar mengatakan tantangan sebagai reaksi yang berlebihan.

“Tidak ada yang bisa memberi jaminan begitu. Semua bisa terjadi di lapangan. Tugas kita pelatih kan mempersiapkan,” ujar Azar.

Menurut Azar, prestasi itu ada karena melalui proses. Prestasi bisa diraih dengan kerja keras dan tekad yang kuat. Apalagi karate adalah salah satu olahraga yang melatih atlet untuk bersikap demikian.

“Lalu soal dana, itu masalah klasik. Kalau Binpres bilang kurang, apa sudah maksimal menggalang dana untuk memberangkatkan kontingen? Kalau semua ditumpu ke KONI, sampai kapan pun tidak bakal cukup,” cetus Azar.

Bagi Azar, perkara anggaran itu bisa dibicarakan bersama asalkan ada komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak. Apalagi para atlet dan kontingen bukan membawa nama pribadi atau kelompok melainkan nama Provinsi Bengkulu.

“Lalu, ini bukan soal anak kota atau kabupaten. Kami tidak pernah merasa karena kita kota lantas meremehkan anak kabupaten. Surat FORKI kan jelas, yang dipanggil TC itu juara PORPROV. Bukan juara kota atau kabupaten,” tambahnya.

“Trus kalau memang mau fair, mengapa tidak sejak awal dipastikan bahwa panggilan itu untuk seleksi. Atau sebelum mulai latihan dipastikan dulu kelas yang mau diikuti. Jangan begitu sudah jalan, anak-anak sudah tiap hari datang lalu dicoret. Lalu ada atlet yang tidak dipanggil tiba-tiba masuk barisan. Yang dipanggil belakangan dasarnya apa? Yang tidak dipanggil masalahnya apa?” cecar Azar.

Azar menambahkan, Pengprov FORKI bisa saja mengambil kebijakan jika semua program dan rencana kerja bidang pembinaan dan prestasi termasuk bidang-bidang yang lain sudah pernah disosialisasikan kepada perguruan dan pengurus organisasi karate di bawah naungan FORKI.

“Idealnya kan ada Rakerda di awal tahun. Selain kita tahu program kerja FORKI, kita bisa tahu arah organisasi ini kemana di periode ini. Setidaknya kita bisa berangkat dari agenda PB FORKI yang sudah disampaikan ke Pengprov. Jadi semua unsur FORKI saling sinergi. Bukan begini. Malah memantik polemik,” tandas Azar.

Daftar Nama Atlet Dipanggil TC

No Kelas Nama Asal
1 KATA PERORANGAN PUTRA SURYA DHARMA GOJUKAI
2 KATA PERORANGAN  PUTRI RIZKI AYU SARTIKA LEMKARI
3 KUMITE 50 KG PUTRI HESTRI KURNIASIH BKC
4 KUMITE 55 KG PUTRA M. ABDI FALLA GOJUKAI
5 KUMITE 60 KG PUTRA TWOSON EFRIADI GULTOM INKADO
6 KUMITE 55 KG PUTRI LIA ANJELIA SAPUTRI BKC
7 KUMITE 67 KG PUTRA SENDY HIDAYATULLAH GOJUKAI
8  KUMITE 61 KG PUTRI NURHALIMA LEMKARI
9 KUMITE 75 KG PUTRA M. FAJRI ASH SHABIRIN INKADO
10 KUMITE 68 KG PUTRI ANNISA NOVIA AYU  GOJUKAI
11 KUMITE 84 KG PUTRA LINGGA DWI PRANATA   INKANAS

Daftar Nama Atlet Setelah Dicoret

No KELAS NAMA ASAL
1 KUMITE 50 KG PUTRI HESTRI KURNIASIH BKC
2 KUMITE 55 KG PUTRI LIA ANJELIA SAPUTRI BKC
3 KUMITE 67 KG PUTRA SENDY HIDAYATULLAH GOJUKAI
4 KUMITE 61 KG PUTRI NURHALIMA LEMKARI
5 KUMITE 75 KG PUTRA M. FAJRI ASH SHABIRIN INKADO
6 KUMITE 60 KG PUTRA DERI DWI ANGGARA WADOKAI
7 KUMITE 84 KG PUTRA LINGGO DWI YULIANTO INKANAS

Sumber Data: Data Diolah

 


Pewarta: Rivaldo dan Aka Budiman

Komentar Anda
iklan kibar

Related posts