Lebih Dekat dengan Merviana Efrida Nengsih, Petinju Putri Berprestasi Asal Bengkulu Utara

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com Jarang-jarang ada petinju putri. Olahraga keras ini umumnya dilakoni laki-laki. Tapi Merviana Efrida Nengsih adalah pengecualian. Bagi remaja putri asal Bengkulu Utara ini, olahraga tinju menjadi salah satu caranya melepas stres.

Semula gadis 17 tahun ini memilih cabang volly saat mendaftarkan diri di Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Bengkulu. Namun ia tak lolos. Lalu berkat masukan seorang pelatih, ia lalu menerima saja ketika disarankan ambil cabang olahraga tinju. Maka jadilah Merviana siswi SKO sejak tahun ajaran 2017.

“Saya berasal dari keluarga yang sederhana dan saya bisa sekolah di SKO karena, pertama keluarga saya tidak punya cukup biaya untuk menyekolahkan saya di sekolah umum. Jadi adanya SKO saya bisa bersekolah dan sekaligus menyalurkan bakat saya di bidang olahraga,” kenang Merviana. “Saya senang dengan olahraga yang langsung body contac,” tambah dia soal alasan suka tinju.

Setelah menjalani proses belajar dan latihan, Merviana mengaku sempat berencana mundur. Ia mengaku tak kuat menjalani latihan yang begitu berat. “Karena saya merasa tidak kuat dengan latihannya yang begitu keras,” ujarnya.

Beruntung rencana angkat kaki itu belum ia putuskan. Bahkan ia masih sempat mengikuti kejuaraan tinju. Tampil perdana Merviana justru tampil sebagai juara. “Saya menang. Saya urungkan niat keluar dari olahraga tinju,” kata sulung dua bersaudara ini.

Bagaimana latihannya?

“Jika membicarakan latihan tinju, latihan tinju itu keras tetapi tidak membosankan. Kalau saya pribadi olahraga tinju bisa menghilangkan stres,” kata Merviana.

Namun Merviana mengakui sarana dan prasarana serta fasilitas latihan tinju masih sangat minim. Siswa berlatih dengan alat seadanya. Tapi, kata dia, dengan latihan menggunakan alat seadanya itu tidak menyurutkan semangat mereka berlatih untuk menjadi sang juara.

Merviana kini bulat tekad memilih cabor tinju. Apalagi kedua orang tuanya, pasangan ayah Katris- Ibu Siti Zulaika, ini tidak melarang. Sebaliknya, keduanya sangat mendukung pilihan putri mereka itu.

Pengidola Muhamad Ali dan Mike Tyson ini punya mimpi dan cita-cita besar dengan olahraga baku pukul ini. Selain meningkatkan prestasi hingga di kancah internasional, dara kelahiran 14 Maret 2002 ini berniat mendirikan sasana tinju di kampung halamannya di Desa Air Simpang, Kecamatan Ketahun, Bengkulu Utara.

“Agar tidak putus olahraga tinju di Bengkulu Utara ini,” kata kakak Desta Nugi Alfian itu.

Merviana mengaku tak bisa melupakan jasa pelatih yang sudah membimbingnya berlatih tinju hingga meraih prestasi yang membuat bangga orang tua sekaligus mengharumkan nama Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Utara.

“Terutama kedua orang tua saya, terima kasih banyak telah mensuport dan mendoakan saya. Dan yang kedua, adalah pelatih saya yang paling banyak membantu saya dari saya tidak tahu bertinju sampai saya tahu bertinju dan bisa menjadi sang juara,” katanya.

Biodata Singkat:

Nama: Merviana Efrida Nengsih
Tempat Tanggal Lahir: Ketahun, 14 Maret 2002

Riwayat Pendidikan:
SDN 19 KETAHUN
SMPN 3 KETAHUN
SEKOLAH KEBERBAKATAN OLAHRAGA

PELATIH: Barlian Buyung & Nisaul Mu’mina

PRESTASI:

1. Medali Emas Kejurwil Youth Se-Sumatera Tahun 2017, Kelas 60 Kg Putri di Padang;
2. Medali Emas Nasional Kejurnas Tinju Antar PPLP/PPLPD/SKO se-Indonesia Tahun 2018 di Bengkulu;
3. Medali Emas Kejuaraan Tinju Amatir Se-Sumbagsel Tahun 2019 kelas 60 kg Youth Putri;
4. Medali Emas Kejurnas Tinju Junior/Youth Tahun 2019 kelas 57 Kg Youth Putri


Pewarta: MS Firman

Editor: Jean Freire