National Paralympic Committee Provinsi Bengkulu Gelar Musorprov Luar Biasa

National Paralympic Committee Provinsi Bengkulu Gelar Musorprov Luar Biasa
National Paralympic Committee Provinsi Bengkulu Gelar Musorprov Luar Biasa/Foto: Istimewa

BENGKULU, sahabatrakyat.com- Organisasi olahraga bagi penyandang disabilitas, National Paralyimpic Commite Provinsi Bengkulu, diminta dapat merumuskan program kerja dan memilih kepengurusan yang baru dalam upaya meningkatkan prestasi.

Permintaan itu disampaikan Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri dalam sambutannya sebelum membuka secara resmi Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (MUSORPROVLUB) Tahun 2019, Rabu (10/7/2019).

“Kita berharap kepada kepengurusan yang terpilih nantinya dapat melaksanakan tugas–tugas organisasi, tugas prestasinya dengan baik, kita Pemprov akan mensupport dan mendorong berbagai program yang nanti akan dibuat,” jelas Hamka Sabri.

Hamka juga mengajak untuk menghormati serta mendukung bersama hasil musyawarah yang akan dihasilkan. Selain itu kepengurusan yang terpilih nanti, tambah Hamka perlu melakukan pembenahan internal, baik di sisi kelembagaan maupun SDM yang ada di dalam organisasi ini.

Terkait bantuan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri menjelaskan akan melihat program kerja dari kepengurusan yang akan dibentuk ini. Menurutnya NPC sama seperti KONI sehingga bantuan dana dapat saja diberitan setiap tahunnya namun harus sesuai dengan program yang bagus dan berkesinambungan.

“Kita melihat dulu program kerja kepengurusan nanti, setelah program kerjanya nanti kelihatan maka akan kita bahas tentang support anggarannya,” terang Hamka Sabri.

Ketua Bidang Organisasi NPC Indonesia, Rio Suseno, mengungkapkan harapan besarnya agar NPC Provinsi Bengkulu dapat menjadi naungan bagi penyandang disabilitas yang memiliki kemampuan olahraga.
Menurutnya kini olahraga merupakan sarana bagi kaum difabel untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

“Di olahraga kamu tidak ditanya lulusan S (strata) berapa? Lulusan SD pun mampu berprestasi, di tingkat PON saja bisa Rp 200 Juta, butuh berapa tahun mengumpulkan uang segitu, padahal kerja saja harus test dulu, test kemampuan intelektual dan segala macam,” terang Rio Suseno.

Terkait kepengurusan NPC Provinsi Bengkulu Rio meminta pengurus dapat melakukan pelatihan management secara khusus untuk sport difabel, menurutnya management untuk sport difabel sangat berbeda dengan sport atau olahraga pada umumnya.


Editor: Jean Freire