previous arrow
next arrow
Slider

Pacu Pembangunan Daerah, Menteri Eko Dorong Lebong Lobi APBN

Menteri Desa Eko P Sandjojo saat menjadi narasumer dalam Forum Musrenbang RKPD Pemda Lebong TA 2020, Kamis (14/3/2019)/Aka

LEBONG, sahabatrakyat.com- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo mengajak Pemerintah Daerah Kabupaten Lebong meningkatkan pembangunan untuk mengentaskan kemiskinan.

Menurut Menteri Eko, caranya adalah dengan memperkuat lobi ke pemerintah pusat. Dengan begitu Lebong diharapkan dapat menyerap lebih banyak anggaran APBN untuk membangun daerah Lebong agar menjadi lebih maju.

Dalam pengamatannya, kata Menteri Eko, masalah utama Kabupaten Lebong adalah minimnya pembangunan infrastruktur. Meski ada, lanjut dia, kualitasnya masih kurang baik.

Dikatakannya, dana desa yang dikucurkan tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pembangunan di desa-desa jika pembangunan infrastruktur daerah tidak diperjuangkan.

Eko menyampaikan, setiap tahun ada anggaran sebesar Rp 2.300 trilyun. Dari jumlah itu, Rp 500 trilyun adalah pos membayar hutang. Lalu dari Rp 1.700 trilyun, 50 persennya tersedia di pusat dan ini harus bisa diserap oleh pemerintah daerah Kabupaten Lebong untuk pembangunan infrastruktur.

“Kalau ini kita berusaha, perjuangkan pak! Pembangunan di Bengkulu bisa lebih cepat. Kalau hanya mengandalkan potensi yang ada akan sulit untuk Bengkulu mengejar ketertinggalannya,” ujarnya.

Eko memotivasi, jika saat mengusulkan pembangunan sering ditolak, maka pemerintah daerah jangan pernah mudah mengeluh dan putus asa. “Jadi harus kita perjuangkan pak! Usaha sekali gagal, datangi lagi pak,” ulangnya.

“Tugas saya sebagai menteri desa tertinggal memperjuangkan anggaran pusat agar lebih banyak masuk ke desa-desa dan daerah tertinggal,” sambungnya.

Eko menjelaskan, pola pengentasan kemiskinan yang dilakukan pemerintah adalah dengan mendorong dari masyarakat bawah untuk dapat sejahtera.

Pola mengentaskan kemiskinan itu, jelas dia, ada dua. Pertama, mengayakan yang kaya supaya bisa membantu yang miskin. Lalu kedua, mengayakan yang miskin dulu untuk dapat bekerjasama kepada yang kaya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lebong, Wawan Fernandez menyampaikan, masih banyak yang perlu dibangun untuk kabupaten melalui bantuan pemerintah pusat. Seperti adanya jalan nasional dan pengentasan bencana alam, seperti banjir dan longsor.

“Kabupaten Lebong satu-satunya daerah yang belum memiliki akses jalan nasional. Dengan curah hujan yang intensitasnya tinggi, maka ancaman longsor itu akan membuat was-was wisatawan. Itu harus diatasi,” kata dia.


Penulis: AKA BUDIMAN

Editor: Jean Freire

Komentar Anda
iklan kibar

Related posts