Digelar Sejak 1934, Bupati Mian Dukung Tradisi Takir Klontong Sambut Tahun Baru Islam Dilestarikan

Bupati Mian saat menghadiri tradisi sambut Tahun Baru Islam di Desa Tebing Kaning/Foto: MS Firman
Bupati Mian saat menghadiri tradisi sambut Tahun Baru Islam di Desa Tebing Kaning/Foto: MS Firman

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- Di Kabupaten Bengkulu Utara, khususnya di Desa Tebing Kaning, Kecamatan Arma Jaya, masih hidup tradisi unik menyambut tahun baru Islam.

Tradisi ini sudah berlangsung sejak 85 tahun yang lalu. Walau belum dikemas secara khusus, belum sekalipun tradisi ini ditinggalkan sejak pertama digelar pada tahun 1934.

Takir Klontong, nama tradisi tersebut, berupa tempat makanan berbahan daun pisang yang dibawa setiap warga dalam prosesi menyambut Tahun Baru Islam.

Seperti yang kembali digelar dalam menyambut tahun baru Islam 1441 H baru-baru ini, setidaknya ada 3000 takir yang disumbang setiap warga untuk selanjutnya disantap bersama seluruh warga desa maupun dari luar desa yang hadir saat prosesi. Sebelum disantap, takir terlebih dulu didoakan dan ikrar oleh tokoh adat desa setempat.

Warga saat membawa takir menuju lokasi acara

Bupati Bengkulu Utara, Ir. H. Mian yang hadir mendukung agar tradisi ini untuk terus dilestarikan, dilaksanakan secara berkesinambungan.

“Ini diwujudkan untuk membangun spirit bersama menyambut tahun baru Islam 1441 H, makna dari menyambut bukan cukup dengan hanya seremonial, tetapi menyambut ini kita bermuasafah, introspeksi diri apa yang telah kita kerjakan di tahun sebelumnya menjadi catatan-catatan pribadi kita agar lebih baik lagi di tahun 1441 H,” kata Mian.

Mian mengatakan, dalam bingkai persatuan Republik Indonesia dengan hidup rukun bersama, kebersamaan adalah suatu yang indah.

“Untuk itu sikap toleransi, tidak adanya gesekan, kita semua menjadi satu kesatuan akan nilai-nilai ukuwah islamiah, ukuwah basariah dan ukuwah waktoniah,” ujar Mian.

Warga antusias menggelar tradisi takir klontong

“Tradisi ini cukup luar biasa bisa terus dikembangkan saya nyatakan sebagai Kepala Daerah, sebagai Kepala Pemerintahan melalui Kabag Kesra dan organisasi perangkat pendukung lainnya termasuk camat, untuk terus bisa melestarikan dan mengadakan ini sepanjang tahun,” pinta Mian.

“Bukan mengadakan saja pak Kabag Kesra, tapi juga dianggarkan sesuai kebutuhan, dicatat, jangan hanya catat saja tapi direalisakan,” perintah Mian.

Kepala Desa Tebing Kaning, Ramdani, dibincangi sahabatrakyat.com menjelaskan setiap tahun desanya selalu mengadakan syukuran bersama dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam. Hal itu sudah tradisi turun-menurun dari nenek moyang kami sejak tahun 1934 sampai sekarang.

“Syukuran ini terbuka buat masyarakat luas tanpa membedakan suku, ras, agama dan latar belakang. Intinya ini syukuran bersama dengan cara unik dan sederhana,” tutur Kades.

Kata Ramdani, berdasar cerita dari orang-orang tua, tradisi ini belum pernah ditinggalkan, terus dilaksanakan setiap tahun.

Ia pun berharapan ke depan masyarakat Desa Tebing Kaning selalu dalam lindungan Tuhan YME, menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Kami juga mengharapkan acara seperti ini tetap dilestarikan, tetap menjadi budaya Desa Tebing Kaning dan selalu didukung Pemerintah Daerah,” tandas Ramdani.


Pewarta: MS. Firman