Pilgub 2020, Bagaimana Kekuatan & Peluang Rohidin-Kopli

Kopli Ansori
Rohidin Mersyah

JAKARTA, sahabatrakyat.com Pengamat Politik Nasional dari Tanah Rejang, Andriadi Achmad mengapresiasi kemunculan tokoh muda suku Rejang Kopli Ansori ke tengah-tengah gelanggang politik di Provinsi Bengkulu. Pasalnya saat ini, sangat ditunggu kehadiran tokoh muda suku Rejang di tengah kelangkaan khususnya di kancah politik di provinsi Bengkulu, apalagi di tingkat nasional.

“Kita sangat surprise atas kemunculan saudara Kopli Ansori sebagai tokoh muda mewakili suku Rejang ke arena politik di Provinsi Bengkulu. Berdasarkan kajian tim 5 DPW PAN Provinsi Bengkulu merekomendasi Kopli Ansori sebagai Cagub atau Cawagub Provinsi Bengkulu pada pilkada langsung 2020,” ungkap Andriadi Achmad, Minggu (15/9/2019) siang.

Penulis buku Politik Kesukuan Dalam Pilkada ini memprediksi bahwa akan muncul beberapa kandidat perpaduan antara Suku Rejang dan Suku Serawai dalam Pilkada langsung Provinsi Bengkulu 2020 mendatang. Soalnya, semua kalangan stakeholder politik atau partai politik sudah memahami secara kalkulasi hanya perpaduan kedua suku tersebut akan memenangkan pertarungan. Oleh karena itu, tinggal potensi dan kekuatan masing-masing kandidat perlu diperhitungkan.

“Elemen partai politik di Provinsi Bengkulu sudah sangat memahami trend dan kecenderungan pilihan masyarakat Bengkulu secara umum yaitu sesuai teori sosiological aproach atau pendekatan sosiologi, dimana masyarakat Bengkulu masih primordialisme dalam politik. Dimana kecenderungannya yaitu memilih kesesuaian dengan kesukuan atau asal domisili seseorang kandidat,” tegas dosen FISIP UPN Veteran Jakarta ini.

Kopli Ansori

Direktur Eksekutif PolCom SRC (Political Communication Studies and Research Centre) ini menjelaskan bahwa dalam pilkada Provinsi Bengkulu mendatang perpaduan atau gabungan antara kandidat Suku Rejang dan Suku Serawai sangat potensial untuk memenangkan kontestasi lima tahunan tersebut. Suku Rejang sebagai penduduk terbesar mendominasi di lima kabupaten dan Suku Serawai mendiami tiga kabupaten. Ditambah lagi, bila kandidat diusung sesuai harapan dan ekpektasi pasar politik di provinsi Bengkulu.

“Tak bisa kita napikan, kekuatan politik terbesar di Provinsi Bengkulu adalah Suku Rejang dan Suku Serawai. Oleh karena itu, kombinasi kandidat dari kedua suku bisa dengan mudah memenangkan pertarungan dalam pilkada langsung tersebut. Apalagi kedua kandidat disatukan adalah pasangan serasi dan ideal serta memenuhi harapan masyarakat Bengkulu secara umum,” ujar mantan Aktifis Gerakan Mahasiswa Indonesia Pascareformasi era 2000-an ini.

Melihat perkembangan politik di Provinsi Bengkulu belakangan ini, Andriadi menilai kekuatan petahana Rohidin Mersyah sulit dibendung dan terlihat paling menunjukkan kesiapan menghadapi pilkada Provinsi Bengkulu 2020. Oleh karena itu, kejelian dan ketepatan Rohidin Mersyah memiliki pasangan cawagub sangat menentukan untuk memperoleh tiket kemenangan periode kedua ini. Dimana Rohidin Mersyah musti memilih pasangan antitesis dari dirinya yang dikenal sebagai politisi akademisi birokrat berasal dari Suku Serawai yaitu pasangan berasal dari Suku Rejang politisi muda dan pengusaha.

“Perlu menjadi pertimbangan utama Rohidin Mersyah adalah memilih pasangan tepat dan ideal. Kita sangat paham ada tiga modal dasar dan utama perlu disiapkan kandidat dalam pilkada langsung yaitu modal sosial, modal populeritas, dan modal finansial. Sebagai petahana, Rohidin Mersyah sudah memiliki modal sosial dan modal populeritas. Akan tetapi, kita belum bisa ukur bagaimana kekuatan finansial. Oleh karena itu, Rohidin Mersyah perlu memikirkan untuk memilih pasangan berasal dari Suku Rejang dan juga memiliki modal finansial cukup. Dalam hal ini, tidak berlebihan kiranya tokoh muda Kopli Ansori bisa menjadi pilihan tepat Rohidin Mersyah sebagai pasangannya. Selain berasal dari tokoh muda suku Rejang, tentu paling penting Kopli Ansori adalah antitesis dari Rohidin Mersyah yaitu politisi muda dan pengusaha. Sehingga Rohidin Mersyah-Kopli Ansori adalah pasangan ideal,” tutup Alumni Pascasarjana Ilmu Politik FISIP UI ini.


Pewarta: Jean Freire