previous arrow
next arrow
Slider

Program Lebong Bebas Banjir Sudah Serap Rp 20-an Milyar

PARTONO

LEBONG, sahabatrakyat.com– Lebong Bebas Banjir adalah salah satu program prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sejak tahun 2010.

Program pembangunan itu direalisasikan antara lain dengan kegiatan normalisasi fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai satu-satunya tempat pertemuan pembuangan air.

Kabid Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan BAPPEDA Lebong, Partono menjelaskan, program pembangunan Lebong Bebas Banjir dalam perencanaan pembangunan sejak tahun 2004 telah menghabiskan anggaran sekitar Rp 20-an milyar.

Perencanaan pembangunan itu, lanjutnya, dilakukan dengan normalisasi DAS Air Kotok di tahun 2019 sebesar Rp7,5 miliyar, yakni pada wilayah Nangai Tayau; dan di DAS Aman pada tahun anggaran 2010.

“Sungai ini harus bebas hambatan, dalam artian kondisi harus dalam, tidak sempit, tidak longsor, dan air itu datang langsung mengalir tidak terjadi pendangkalan,” ujar Partono kepada sahabatrakyat.com baru-baru ini di Tubei.

Banjir yang masih kerap terjadi saat ini, kata Partono, dengan anggaran yang dibutuhkan cukup besar mengakibatkan normalisasi DAS belum dapat dilakukan sepenuhnya seperti pendangkalan pada DAS Ketahun dan DAS Air Kotok.

“Jadi kalau kita sudah normalisasi semua, tidak terjadi pendangkalan air tidak akan terjadi banjir, lancar saja,” tandasnya.


Penulis: AKA BUDIMAN

Editor: Jean Freire

Komentar Anda
iklan kibar

Related posts