Ratusan Penyandang Disabilitas Rejang Lebong Terima Bansos ASPD

REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com- Tahun 2019 merupakan tahun yang membahagiakan bagi para Penyandang Disabilitas (PD) yang ada di Propinsi Bengkulu termasuk di Kabupaten Rejang Lebong.

Setidaknya di bulan November 2019 lalu ada sebanyak 133 orang PD di Bumei Pat Petulai yang menerima langsung Bantuan Sosial (Bansos) Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) tahun 2019.

Bansos ASPD itu sendiri menurut A.S. Abnur selaku Pendamping Penyandang Disabilitas (PPD) Rejang Lebong, merupakan bantuan yang menggunakan dana APBN tahun 2019 melalui Kementerian Sosial RI.

“Di tahun 2019 Kemensos RI sudah memberikan Bansos ASPD kepada ratusan penyandang disabilitas yang ada di Kabupaten Rejang Lebong dan semuanya di bulan November ini sudah tersalurkan,” terang Abnur.

Berdasar data yang diturunkan oleh Kemensos RI, tambah Abnur, awalnya dalam SK ASPD 2019 untuk Kabupaten Rejang Lebong digelombang pertama ada sebanyak 160 penyandang disabilitas calon penerima ASPD. Namun realisasinya hanya sebanyak 133 orang yang layak menerima.

“Data dalam SK Kemensos tentang penyaluran ASPD 2019 untuk Rejang Lebong ada 160 orang calon penerima kemudian kita pastikan lagi (Verval) ternyata yang layak menerima hanya sebanyak 133 orang, sisanya itu peserta PKH dan PD mampu serta penerima bansos lainnya,” jelasnya.


Sesuai petunjuk Kemensos RI melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial, lanjut Abnur, Penyandang Disabilitas yang telah menerima bantuan lain seperti PKH tidak dapat menerima ASPD 2019 termasuk pula yang berusia diatas 60 tahun dan mampu.

“Semua ada ketentuannya, makanya kami sangat hati-hati dalam penyaluran, kalau mereka itu penerima PKH langsung maupun tidak langsung, maka kami tidak akan menyalurkannya,” tegas Abnur.

Masih menurut alumni Fisipol UNIB ini, Bansos ASPD 2019 tersebut dalam penyalurannya pihak Kemensos RI bekerjasama dengan Bank BRI. Dimana setiap Penyadang Disabilitas yang layak menerima akan mendapatkan buku tabungan dan juga ATM yang di dalamnya sudah ada uang untuk kebutuhan Penyadang Disabilitas yang mendapatkan.

“Mereka mendapatkan bantuan Rp 300 ribu per bulannya, uang itu ada di rekening masing-masing penerima, BRI dan pendamping itu hanya membantu menyalurkan buku tabungan dan ATM kepada PD yang berhak mendapatkannya sesuai BNBA yang tertuang dalam SK Kemensos,” sampainya.

Terkait apa saja yang boleh dan tidak boleh dibelikan oleh Penyandang Disabilitas dengan uang yang telah diberikan pemerintah tersebut, ditegaskan oleh Abnur berdasar dengan buku pedoman penyaluran ASPD 2019
dipergunakan untuk membeli tambahan nutrisi bagi Penyandang Disabilitas seperti belanja susu, buah-buahan, makanan yang bergizi, bervitamin dan berprotein. Kemudian dibelanjakan untuk kebutuhan dukungan kesehatan seperti pembelian Pempers, dan lainnya.

“Kalau selama ini Penyandang Disabilitas tidak mendapatkan asupan gizi yang baik, maka belilah makanan yang bergizi, vitamin, kemudian juga jika selama ini penyandang disabilitas tidurnya beralas seadanya, maka belilah kasur, pakaian yang lebih baik, obat termasuk juga untuk perawatan tubuh penyandang disabilitas. Inti dari Bantuan ASPD ini agar kehidupan Penyandang Disabilitas menjadi lebih baik dari sebelumnya, makanya kami sebagai pendamping selalu mengingatkan kepada keluarga penyandang disabilitas yang menerima bantuan agar manfaatkan bantuan ASPD ini sesuai peruntukan dan itu untuk kebutuhan penyandang disabilitas,” katanya. (brn01)