previous arrow
next arrow
Slider

Simbol Sejarah, Monumen Fatmawati Gantikan Patung Kuda di Simpang Lima

 

Pertemuan membahas Pembangunan Monumen Fatmawati/ist

BENGKULU- Monumen Fatmawati akan berdiri pada akhir 2019 di Kota Bengkulu sebagai simbol sejarah perjuangan Ibu Negara pertama Indonesia yang juga tokoh Bengkulu, penjahit Bendera Pertama Republik Indonesia.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menegaskan, sosok Fatmawati merupakan kebanggaan masyarakat Bengkulu. Ia adalah bukti bahwa Bengkulu memiliki peran penting dalam kemerdekaan Indonesia.

“Di dunia ini tidak ada ibu negara yang menjahit bendera, cuma Ibu Fatmawati satu-satunya,” ujar Rohidin dalam pertemuan di Bandara Fatmawati Soekarno, Kamis(10/1/2019).

Pembangunan monumen itu telah direncanakan oleh Gubebrnur Bengkulu sejak tahun lalu. Sebelumnya, direncanakan akan dibangun di pintu Bandara Fatmawati Soekarno. Namun seiring jalan atas kesepakatan keluarga Fatmawati Soekarno, monumen akan didirikan di kawasan Simpang Lima yang merupakan pusat perkotaan Bengkulu.

“Sebelumnya Patung Kuda yang saat ini berdiri akan dipindahkan, baru nanti Monumen Fatmawati sedang menjahit Bendera akan berdiri disana,” kata Gubernur

Ketua Yayasan Fatmawati Maulana Singadikane menjelaskan, kelima anak Soekarno Fatmawati telah menyepakati pembangunan Monumen Ibu Fatmawati di Bengkulu dibangun di pusat kota Bengkulu, yaitu Simpang Lima.

“Guntur, Megawati, Sukmawati, Rachmawati, dan Guruh, semuanya telah setuju pembangunan monumen ini,” ungkap Maulana.

Beberapa pertimbangan monumen didirikan di pusat kota di antaranya, simpang lima daerah strategis aktivitas masyarakat, rumah Ibu Fat terletak di daerah tersebut, Simpang Lima perwujudan Pancasila, dan lokasi rumah orang tua Fatmawati (Hasan Din) terletak di sana (yang sekarang BNI 46).

“Simpang Lima menjadi pilihan lokasi pendirian monumen, nilai historis masa lalu menjadi pertimbangannya,” ungkapnya.

Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan monumen ini menjadi trigger mendapatkan perhatian pemerintah pusat, khususnya dalam pembangunan infrastruktur untuk Bengkulu.

“Berdirinya monumen Fatmawati merupakan momentum berharga mengetuk perhatian pemerintah pusat kepada Bengkulu, khususnya untuk pelebaran jalan disepanjang Bandara hingga titik Nol Kota Bengkulu, sehingga manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat,” tutup Dedy.


Editor: Jean Freire

 

Komentar Anda
iklan kibar

Related posts