Sudah Dilarang, Hewan Kaki Empat Masih Terpantau ‘Liar’

Andrian
Andrian

LEBONG, sahabatrakyat.com- Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2017 yang melarang hewan berkaki empat berkeliaran belum sepenuhnya diindahkan warga. Akibatnya hewan ternaknya dibiarkan lepas bebas seperti di pasar, areal pertanian dan permukiman.

Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lebong baru-baru ini sudah kembali mengingatkan masyarakat melalui surat yang dilayangkan ke pemerintah desa dan kelurahan di 12 kecamatan agar segera mengandangkan dan mengawasi ternaknya sehingga tidak terjaring dalam operasi penertiban.

Kepala Dinas Satpol PP, Zainal Husni melalui Kabid Ketertiban Umum (Tribum), Andrian menjelaskan surat himbauan yang diedarkan nantinya akan diteruskan ke warga baik melalui surat maupun himbauan pemberitahuan yang dilakukan oleh pemerintah desa masing-masing.

“Jika hewan ternak jenis, sapi, kerbau, kuda, babi, kambing dan anjing tertangkap karena dibiarkan berkeliaran maka tindak pidana ringan (Tipiring) akan dikenakan,” ujarnya, belum lama ini (3/7/2019).

Hukuman yang berlaku, sampainya, sebagaimana diatur pada pasal 10 BAB V yakni paling lama kurungan 6 bulan dan atau denda paling tinggi 4 kali lipat dari harga jual ternak.

“Konsekuensi hukumnya sudah kami keluarkan, untuk larangan sesuai dengan perda,” ujarnya.

Kata Amdrian, titik tempat hewan ternak kaki empat yang sudah terpantau tim Satpol PP berkeliaran itu umunya ada di Pasar Rakyat Amen, Talang Hulu, Pasar Muara Aman, Kampung Jawa dan Kampung Muara Aman.


Laporan: Aka Budiman