Sumber Penghidupan Terancam Hilang, Dewan Segera Panggil BTL

LEBONG, sahabatrakyat.com- Entah karena seorang diri atau dianggap bukan sesiapa, keluhan Adnan soal lahan kebunnya yang terancam tenggelam akibat bendungan PLTA Air Putih di Desa Tunggang, Lebong Utara belum juga digubris PT BTL selaku pelaksana proyek.
Padahal warga Desa Kampung Dalam itu sudah sabar menunggu selama 20 hari agar PT BTL menanggapi keluhannya yang ia sampaikan melalui surat pemberitahuan dan teguran.
Adnan juga menempuh langkah persuasif dengan menembuskan surat serupa ke DPRD Lebong dan Pemkab Lebong sejak 22 November 2019 lalu. Namun hasilnya nol.
Persoalan Adnan seolah bukan urusan penting yang butuh tanggapan dan respon segera aparatur pemerintah yang kepada mereka ia gantungkan asa sebagai warga.
Kepada sahabatrakyat.com Adnan dan pendampingnya Ridwan mengaku sudah menemui Sekda Lebong pada tanggal 11 Desember 2019 guna melaporkan sekaligus berharap tanggapan dan sikap Pemkab. “Kata Sekda surat Pak Adnan belum dia terima,” kata Ridwan.
Setelah menjumpai Sekda, keduanya lantas melangkah ke Sekretariat DPRD. Lagi-lagi belum dapat solusi walau masih bisa menjumpai seorang anggota dewan di sana. “Cuma ada Pak Popi Ansa,” kata Ridwan.
Ridwan mengaku masih menggenggam harapan. Ia yakin masih ada ruang agar masalah Adnan menemukan jalan terang. “Kami akan lanjutkan upaya meminta klarifikasi dan solusi. Atau kalau memang perlu kami mau minta hearing ke DPRD,” ujarnya.
Siap Hearing & Panggil BTL
Anggota DPRD Lebong Pip Hariyono yang diminta tanggapan atas persoalan Adnan mengakui sedang dalam dinas luar ketika Adnan didampingi Ridwan mendatangi gedung dewan.
“Saya masih di Jakarta sehingga belum tahu perkembangannya,” kata Pip lewat pesan WhatsApp.
“Selanjutnya kita konfirmasi dulu ke kawan-kawan karena urusannya ada di Komisi I dan apabila ingin hearing kita siap,” kata Pip Hariyono, Kamis malam (12/12/2019).
Sikap serupa dikemukakan Ketua Komisi I DPRD Lebong Wilyan Bachtiar. Wilyan menegaskan pihaknya akan segera memanggil PT. BTL.
“Karena banyak lagi permasalahan dengan pemilik lahan yang lain,” kata Wilyan melalui pesan Whatsapp, Jumat (13/12/2019).


Pewarta: Aka Budiman & Sumitra Naibaho